Monday, August 31, 2009

My Drama King

Monday, 31st of August 2009

Effan is truly a drama king. Dia benar-benar mulai menunjukkan bakat aktingnya itu di setiap kesempatan. Misalnya kalau Bunda udah siap-siap mau pergi. Dia bakal berakting menangis. Menunjukkan muka memelas sambil berkata hal-hal yang manis biar Bunda ga pergi. Tapi menangisnya tanpa ada satu tetes pun air mata yang keluar. Bunda tanya, mana air matanya? Dia berusaha keras untuk keluarin air mata, tapi ternyata kemampuan aktingnya belum secanggih itu, jadi tetep ga ada air mata yang menetes ;p Kadang kalo dia minta sesuatu yang sebenernya ga boleh, dia juga merengek-rengek dengan menangis tanpa air mata.

Jadi kalo Effan udah merengek-rengek gitu, menangis tanpa mengeluarkan air mata, Bunda akan suruh dia untuk nangis dengan air mata dulu, baru keinginannya dipenuhi.
Ada banyak hal lain yang menunjukkan kalo Effan is a drama king. Misalnya kalo dia minta minum obat (emang Effan lebih gampang disuruh minum obat daripada makan nasi). Yang sering Effan konsumsi adalah obat batuk karna asma mild yang dia derita. Jadi kalo Effan udah ngeliat obatnya dan dia pengen minum obat, dia bakal pura-pura batuk. Biasanya si gini kejadiannya.

Effan: Effan mau minum obat donk Bunda?!
Bunda: Lho, Effan kan ga batuk! Emangnya Effan batuk? Ga ada batuk-batuk koq!
Effan: Uhuk...uhuk... Tuh kan Effan batuk!
Bunda: (garuk-garuk padahal ga gatel)

Tadi malam waktu Mami mau pulang ke kos, Effan lagi-lagi menunjukkan kemampuan aktingnya. Dia melarang Mami pergi sambil merengut-rengut ga jelas ke Mami. Tapi begitu Ayah keluarkan kunci mobil untuk anterin Mami, muka Effan mendadak ceria dan buru-buru ambil sendal biar ga ditinggalin. Hoho....ternyata akting doang yang sebelumnya!

Kayanya masih banyak hal-hal lain yang Effan lakukan yang Bunda anggap drama king, tapi koq ya mendadak lupa mau pas mau diceritain. :(

Sunday, August 30, 2009

Ke Gramedia yuuukkk....

Sunday, 30th of August 2009

Setelah dari minggu lalu direncanakan, akhirnya kesampean juga mau ke Gramedia. Karna Effan lagi senang-senangnya membaca, Bunda rasa ini adalah saat yang tepat untuk beliin buku-buku baru untuk Effan. Selain biar dia semangat membaca karna koleksi bukunya yang makin banyak, juga karna Bunda udah mulai bosen bacain buku yang itu-itu lagi. ;p

Akhirnya baru jalan setelah mulai siang, gara-gara Effan yang susah banget diajak siap-siap. Kebiasaan deh kalo hari libur! Trus dia ga mau langsung ke Gramedia. Maunya main dingdong dulu ke Kalibata (seperti biasa main balapan mobil). Jadi ketimbang dituntut terus ama Effan, kita belok dulu deh ke Kalibata. Setelah itu, baru deh ke Gramedia.

Gramedia yang paling gampang untuk kita jangkau adalah Gramedia di Matraman. Dan kebetulan juga Gramedia ini yang paling gede kan? Tapi sayangnya ke Gramedia Matraman ini agak tidak nyaman kalo membawa mobil. Parkirannya yang di dalam gedung amat sangat minim sekali. Jadinya kita terpaksa parkir di luar gedung, bahkan sudah di lapis kedua parkirnya. Sepertinya gedung Gramedia ini kurang memperhatikan syarat dalam AMDAL ya, terutama di bagian sosialnya :(

Karna tujuan utama adalah beli buku untuk Effan, jadi kita langsung ke lantai 3. Dan gini deh payahnya Effan kalo diajak beli buku. Sepertinya dia bingung dan pusing sendiri liat buku yang segitu banyaknya. Jadi yang ada dia malah nunjuk-nunjuk buku yang dia udah punya. Hmprf.....Bunda jadi bingung mau pilihin yang mana. Bunda coba sodorin buku-buku yang sepertinya Effan bakal suka, tapi dia malah cuma liat-liat tanpa mengerti mau pilih yang mana. Eh, tapi pas keliling-keliling sendiri, akhirnya Effan berhasil menemukan buku yang selera Effan banget! Tak lain dan tak bukan adalah buku seri transportasi dengan judul Mobil ;) Effan seneng banget pas bolak balik buku itu dan liat berbagai macam merk mobil beserta lambangnya. Tapi tetep dia ga bisa menentukan buku lain yang mana yang mau dibeli. Akhirnya Bunda yang milihin deh. Buku dengan judul The Farm karangan Tony Wolf yang adalah seri lain dari buku The City yang Effan udah punya sebelumnya. Buku ini punya 60 flaps, dan banyak serta meriah gambar-gambarnya.

Setelah Bunda dan Ayah juga membeli buku pilihan masing-masing, maka kami pun ke lantai 1, karna Bunda pernah liat di Gramedia Plangi, buku yang full english yang isinya adalah cerita mengenai karakter dalam Playhouse Disney, yang memang Effan suka. Huff...mahal banget deh ni bukunya! Lumayan tebel si, tapi tetep aja harga 170.300 rupiah bikin tercengang-cengang! Walaupun Effan keliatan setengah-setengah maunya, tapi karna Bunda yakin dia nanti suka, jadi diputuskan untuk dibeli aja. Pas ngebayar, Bunda agak pusing juga ni dengan harganya yang cukup lumayan. Huff...kayanya kalo beli pakaian agak males beli segini banyak, tapi kalo untuk buku, gapapalah! ;)

Malam ini sebelum tidur, seperti biasa kami membaca buku. Dan sekarang Effan yang ajak Bunda baca buku. Buku yang dibaca adalah buku-buku yang tadi dibeli. Waahhh....senangnya, ternyata Effan senang ama buku-buku itu ;)

Saturday, August 29, 2009

Pendalaman Kitab Suci

Saturday, 29th of August 2009

Bulan September di dalam gereja Katolik dikenal sebagai bulan kitab suci. Jadi biasanya di bulan September, pasti deh di lingkungan-lingkungan ngadaian pertemuan untuk membahas kitab suci. Gereja juga biasanya mengadakan acara yang berkaitan dengan kitab suci, seperti lomba kitab suci, kursus kitab suci, dan lain-lain. Tapi tanpa Bunda tau alasannya, untuk lingkungan kami, pertemuan pertama ini dimulai di akhir bulan Agustus ini di rumah ketua lingkungan, Pak Minggus.

Bunda ama Mami emang lagi seneng-senengnya membaca dan mengenal lebih jauh mengenai Alkitab, sejak kami (lebih tepatnya Bunda) menyadari bahwa pengetahuan Alkitab kami amat sangat memprihatinkan, apalagi jika dibandingkan dengan saudara-saudara yang Kristen. Jadi mumpung masih ada waktu, sekaranglah saatnya untuk lebih mengenal mengenai Alkitab ini. Jangan cuma Harry Potter yang tebel aja yang dibaca, tapi Alkitab juga dunk ;)

Tema utama dalam bulan kitab suci tahun ini adalah bagaimana menghadapi kesulitan hidup. Dan tema untuk minggu pertama ini adalah hidup itu berat. Sedangkan bacaan Alkitab yang menjadi rujukan adalah Ayub 7:1-10. Intinya adalah melihat bagaimana sikap Ayub saat ia menghadapi permasalahan hidupnya.

Menurut kisah dalam Alkitab, Ayub adalah seorang sangat kaya di Tanah Us yang sangat taat kepada Tuhan. Namun dalam hidupnya ia mendapatkan cobaan dari iblis yang diizinkan oleh Tuhan untuk memberikan cobaan itu. Walaupun ditempa oleh berbagai cobaan hingga semuanya tak ada lagi yang tersisa, kecuali dirinya sendiri yang berpenyakitan kulit serta istrinya, tapi Ayub tetap menyatakan kepatuhannya pada Tuhan. Ada pernyataan menarik dari Ayub yang ada di bab 2:10, Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk? Yang bisa Bunda simpulkan dari satu ayat ini adalah mari kita hadapi hidup ini, baik maupun buruk, namun tetap bertekun kepada Allah.

Oya, ada satu pengetahuan baru yang disampaikan oleh Pak Sis sehubungan dengan kitab Ayub ini. Ayub yang dalam bahasa inggris disebut dengan Job, adalah kitab yang keluar untuk mematahkan kepercayaan orang terhadap hukum (.....). Dalam hukum ini disebutkan bahwa orang menderita karna mereka tidak taat kepada Tuhan sedangkan orang kaya karna ketaatan mereka terhadap Tuhan. Jelas hukum ini tidak benar. Belum tentu orang yang menderita itu karna ketidaktaatan mereka kepada Allah.

Ok, kesimpulan akhir dari pendalaman kitab suci kali ini adalah agar kita semua meniru teladan Ayub. Walaupun kita berada dalam kehidupan yang sulit, tetaplah sandarkan hidup kita kepada Tuhan. Tuhan tau apa yang terbaik bagi kita.

Friday, August 28, 2009

Pulau Dijual?

Friday, 28th of August 2009

Bunda habis baca di kompas.com ni, rumor yang menyatakan kalo ada bagian dari Kepulauan Mentawai yang akan dijual. Bunda juga liat beritanya lewat email melalui salah satu milis yang Bunda ikuti. Total ada sekitar 3 pulau yang dijual. Tapi ternyata rumor ini sedikit menyesatkan. Walaupun penjualan dilakukan di sebuah situs penjualan private island, tapi bukan pulaunya yang dijual, melainkan tiga resort yang ada di pulau yang ada di bagian kepulauan itu. Harganya pun luar biasa. Masing-masing ditawarkan dengan harga $ 4 juta (Macaroni's Island Resort), $ 1.6 juta (Siloinak Island), dan $ 8 juta (Kandui Island Resort). Wah...dengan harga segini sepertinya yang mampu membeli nanti jangan-jangan pihak asing. Sayang banget, Kepulauan Mentawai dengan pesona luar biasanya itu dikuasai bukan oleh orang Indonesia.

Bunda jadi inget waktu ke Pulau Siberut di Kepulauan Mentawai sekitar hampir 15 tahun yang lalu, waktu masih SD atau awal SMP kayanya. Kebetulan ada saudara Opung juga yang tinggal di sana. Alamnya, sumpah, bagus banget!! Trus ga banyak polusi lagi. Bunda cuma menemukan sekitar 2 unit sepeda motor waktu itu dan ga ada mobil sama sekali. Sarana transportasi masyarakat adalah sepeda dan yang terutama adalah perahu atau motor boat karna memang banyak tempat yang bisa dicapai dari air. Di mana-mana banyak pepohonan, makin membuat udara terasa sangat bersih. Kemana-mana kita seringnya jalan kaki. Ketemu ama penduduk asli, yang (dengan menggunakan istilah zaman dulu) masih kolot banget. Pakaian masih tradisional. Bahkan wanitanya pun masih topless. Punya tato tradisional di sekujur tubuh. Huhu.....semuanya keren deh! Trus soal makanan, kita selalu disuguhi ikan yang dimasak dengan berbagai cara. Ada yang digoreng aja, digoreng pake sambel, dijadiin sop, digulai, pokoknya semua serba ikan! ;)
Jadi pengen ke Mentawai lagi. Salah satu tempat liburan yang keren tuh! Sayangnya Bunda ga bisa surfing. Kabarnya ombaknya keren banget untuk surfing. Tapi sekedar menikmati pantainya yang masih bersih itu juga udah mengasyikkan koq. Kapan ya ke Mentawai lagi? Sekalian ajak Ayah dan Effan juga, kayanya seru tuh! Apalagi kan Effan sangat menggemari pantai ;)

Thursday, August 27, 2009

Misa Peringatan 2 Tahun

Thursday, 27th of August 2009

Walaupun tanggal persisnya adalah dua hari yang lalu, tapi misa untuk memperingati dua tahun kepergian Om Andre dilaksanakan malam ini. Agak susah mencari celah di dalam jadwal pastor yang padat, makanya baru bisa hari ini. Dari tadi malam, rumah udah diberesin. Kursi-kursi diatur sedemikian rupa biar bisa nampung banyak orang, bahkan di depan rumah ditutupin kain dengan maksud biar ga berdebu, tapi yang ada malah kaya ada hajatan besar ;)

Rencananya si Bunda pengen pulang cepet-cepet sebelum jam 4, tapi ternyata langit mendung dan tiba-tiba hujan yang disertai angin pun turun. Walah...udah masuk musim hujan lagi ya? Bulan apa si ni? Agustus udah musim hujan lagi? (Bunda lupa ni pelajaran SD dulu, kapan periode musim hujan dan kapan musim kemarau)
Untungnya ga terlalu lama hujannya, jadi ga terlalu lama tertahan di kantor. Sampe di rumah sekitar jam 5, persiapan udah mau beres. Cuma tinggal finishing touch, jadi Bunda bisa sambil ngurusin Effan yang kalo ada keramaian di rumah pasti jadi recok dan lasak luar biasa.

Sekitar jam 7, tamu dari lingkungan dan dari keluarga mulai berdatangan. Kemudian Ayah menjemput Romo ke pastoran. Dan sekitar jam setengah 8an, misa pun dimulai. Romo yang akan memimpin misa adalah Romo Doni. Ternyata hari ini adalah pesta Santa Monica. Santa Monica adalah ibu dari Santo Agustinus yang sepanjang hidupnya dipenuhi dengan doa dan usaha karna suaminya adalah seorang yang tidak mengenal Kristus dalam hidupnya sedangkan anaknya adalah seorang yang pintar, namun juga tidak mengenal Kristus. Santo Agustinus adalah seorang yang sangat haus akan ilmu pengetahuan. Sehingga pada suatu saat, Santa Monica mendesak anaknya itu untuk berguru kepada seorang uskup di Milan yang bernama Ambrosius. Saat itulah akhirnya Santo Antonius berhasil menemukan Kristus dan menjadi pengikut Kristus.

Inti homili Romo Doni dalam misa kali ini adalah bahwa kita harus senantiasa siap dan berjaga-jaga karna kita tidak pernah tau kapan pencuri akan datang. Romo mengisahkan mengenai seorang tukang becak di daerah masa kecilnya Romo di Surabaya yang selalu menjaga becaknya setiap malam agar tidak kemalingan. Tapi suatu saat, dia tertidur, becaknya malah hilang. Jadi kita benar-benar tidak tau kapan pencuri itu akan datang. Demikian pula dengan maut. Kita tidak pernah tau kapan saatnya kita dipanggil oleh Tuhan. Maka senantiasalah persiapkan diri kita. Romo juga menyangkutkan homilinya dengan kisah Om Andre yang sangat mendadak dipanggil oleh Tuhan. Tiba-tiba sakit lalu pergi, padahal usianya masih sangat muda. Hmm...mungkin bisa disimpulkan agar kita bertobat sejak dini ya?
Misa berjalan dengan lancar. Semoga ujud misa ini diterima oleh Tuhan, semoga Om Andre sekarang berada dalam damai di sisi Tuhan.

Wednesday, August 26, 2009

Belitong - Bumi Laskar Pelangi

Wednesday, 26th of August 2009

Kemaren Bunda membaca beberapa artikel di kompas.com yang menceritakan mengenai Pulau Belitung (yang dalam ejaan lama disebut sebagai Belitong), yang sempat dulu sangat terkenal dengan hasil timahnya, kemudian saat harga timah turun dengan sangat drastis, daerah ini menjadi mati suri, dan sekarang kembali menggeliat terutama di sektor pariwisatanya. Kenapa tiba-tiba pariwisata di daerah ini kembali bangkit? Tak lain dan tak bukan adalah karna sukses besarnya novel tetralogi Laskar Pelangi yang ditulis oleh Andrea Hirata dan juga suksesnya film Laskar Pelangi yang diproduseri oleh Miles Production, yang mengambil latar belakang daerah Pulau Belitong.

Wow...begitu hebatnya ya kekuatan penceritaan dari sebuah buku dan pemvisualan sebuah film. Kabarnya ga cuma dibanjiri oleh wisatawan lokal, tapi Pulau Belitong juga banyak dikunjungi wisatawan mancanegara. Dan bahkan ada tour khusus untuk mengunjungi tempat-tempat yang menjadi lokasi shooting Laskar Pelangi, seperti rumah Ikal-sang tokoh utama dalam cerita dan sekolah bobrok yang banyak terlihat di dalam adegan-adegan film.

Bunda kagum dengan keberhasilan Andrea Hirata yang mampu mengangkat potensi daerah kelahirannya dengan caranya itu. Mungkin efek ini sebelumnya tidak pernah dibayangkan olehnya, tapi itulah yang terjadi. Bunda jadi berpikir, jika saja banyak penulis Indonesia yang menceritakan mengenai daerah-daerah Indonesia dengan segala potensi yang terdapat di dalamnya, pasti akan semakin banyak lagi terkuak keindahan alam Indonesia yang ga ada matinya itu. Jadi kalo jalan-jalan, refreshing, nyari tempat dengan pesona alam yang bagus, ga perlu repot ke negri-negri sebrang (apalagi yang katanya truly asia itu ;p), soalnya semua itu ada di negri kita ini kan?! ;)

Tuesday, August 25, 2009

Two Years Ago

Tuesday, 25th of August 2009

Tepat hari ini, dua tahun yang lalu, satu kejadian penting terjadi di rumah Condet. Om Andre, adeknya Ayah dipanggil oleh Tuhan. Kejadian yang begitu cepat, cuma selang beberapa hari dari sakitnya itu, Om Andre pergi. Benar-benar mendadak dan mengejutkan.

Ga ada salahnya sepertinya untuk merefresh apa yang terjadi. Waktu itu Om Andre sedang liburan kuliah di Condet. Om Andre kuliahnya di Bandung. Bunda agak lupa, hari itu hari Selasa atau hari Rabu ya, tapi seingat Bunda di hari Rabu tanggal 22 Agustus 2007, waktu Ayah dan Bunda sampe di rumah, banyak ibu-ibu tetangga di rumah. Saat itu Bunda dijemput oleh Ayah ke kantor setelah mengalami macet yang luar biasa. Ayah sudah ditelpon dan dikasi tau kalo Om Andre sakit, pusing-pusing, tapi tidak menyangka sama sekali kalo sakitnya sangat parah. Sambil bingung, kami dijelaskan bahwa Om Andre dibawa ke RS UKI karna tiba-tiba ga sadarkan diri. Om Andre yang sebelumnya mengeluh pusing, tiba-tiba ambruk, muntah-muntah, dan bahkan BAB tanpa sadar di atas tempat tidur. Benar-benar ga sadarkan diri. Saat itu di rumah cuma ada Bibi pembantu yang dulu, Om Sandro, dan Effan yang masih berumur setaunan. Untungnya Om Sandro bisa berlari-lari ke kompleks belakang untuk meminta tolong ke seorang ibu yang memang sudah akrab dengan Mama. Akhirnya Aki berhasil sampe di rumah duluan dan dengan bantuan seorang tetangga lainnya, Om Andre pun dibawa ke RS UKI.

Tanpa lebih lama menunggu, Ayah langsung ke RS UKI sementara Bunda di rumah, bersama Effan dan Om Sandro. Ternyata fasilitas RS UKI tidak memadai, jadi dipindah ke RS St. Carolus. Dan hasil dari pemeriksaan dokter, yang terjadi adalah pembuluh darah di otaknya Om Andre pecah, jadi seperti stroke itu. Jadi Om Andre termasuk di antara segelintir orang yang tidak beruntung memiliki pembuluh darah di otak yang tipis. Sejalan dengan pertumbuhannya, pembuluh darah itu makin tipis karna diisi oleh aliran darah yang semakin banyak. Jika tekanan darah cenderung stabil, mungkin kondisi ini tidak ada masalah. Tetapi Om Andre punya hipertensi yang sepertinya menjadi pencetus pecahnya si pembuluh darah. (Katanya si, artis Sukma Ayu juga mengalami hal ini)

Bunda baru bisa ke rumah sakit keesokan harinya. Waktu Bunda datang, Om Andre ada di kamar perawatan ICU dengan begitu banyak alat di tubuhnya. Saat Bunda pegang bagian badannya, sudah terasa dingin. Ga ada reaksi apapun saat diberi rangsangan. Tekanan darahnya pun sangat rendah, jauh dari kondisi normal. Sepertinya Om Andre masih bisa bernafas semata-mata hanya karna ada alat pacu yang bekerja di jantungnya. Dari pemeriksaan dokter, bahkan batang otaknya Om Andre juga udah ga bekerja lagi. Darah yang pecah dari pembuluh darah itu sudah membasahi semua bagian otak lainnya. Jadi walaupun ada mukjizat yang menyebabkan dia kembali sadar, mungkin nantinya dia tidak akan bisa lagi berjalan dan beraktivitas seperti orang normal.

Jumat malam, dilakukan pertemuan keluarga besar di lobi ICU. Pertemuan dilakukan setelah ada pernyataan dari dokter kalau sepertinya sudah tidak ada harapan lagi.
Jadi dokter mau bertanya, treatment apa yang mau dilakukan. Minimal treatment atau maximal treatment. Kalo minimal treatment, berarti obat-obatan yang diberikan adalah obat-obat saat itu dan bahkan dikurangi dosisnya. Kalo maximal treatment berarti treatment yang diberikan harus terus ditambah sesuai kebutuhan tubuh Om Andre yang kondisinya terus menurun. Saat pertemuan keluarga ini, setidaknya 2 kali kami dipanggil ke dalam ruang ICU karna kondisi Om Andre yang tiba-tiba sangat drop. Tapi ternyata setelah itu kembali membaik. Tanpa ada keputusan apa-apa, karna sudah sangat malam, kami semua pulang, kecuali Ayah, Mama, dan Aki. Tapi saat baru sampe di rumah, waktu Bunda dan Mami baru mencoba untuk tidur, ada berita dari rumah sakit kalo Om Andre sudah pergi. Hmpfh....beruntungnya Ayah, Mama, dan Aki bisa mendampingi Om Andre di saat terakhirnya.

Yeah...itu kejadian dua tahun lalu yang masih Bunda ingat dengan sangat jelas di memori Bunda. Beberapa kali Ayah juga menyatakan penyesalannya karna hari itu menjemput Bunda dulu dan akhirnya terjebak macet yang parah, sehingga ga bisa secepatnya sampe ke rumah. Saat Om Andre sedang liburan ke Condet, saat dia sedang berusaha akrab dengan Effan yang masih berumur setahun, ternyata itu adalah saat terakhirnya. Tapi itulah rencana Tuhan. Pasti rencana-Nya lebih indah dari semua rencana yang mungkin ada ;)

Monday, August 24, 2009

Puasa

Monday, 24th of August 2009

Hari ini adalah hari pertama Bunda datang ke kantor di bulan puasa kali ini. Karna ga enak untuk makan siang di kantor dengan resiko diliatin oleh orang-orang yang sedang berpuasa, jadi Bunda sengaja ga bawa bekel seperti biasa ni. Dan menurut pengalaman beberapa tahun ini, ternyata di Pejompongan, di area sekitar kantor Bunda, warung makan banyak banget yang tetap buka. Jadi ga ada masalah untuk mencari makan siang.

Hmm....ternyata bener, waktu jam makan siang, emang banyak warung makan yang dibuka, dan pastinya lebih ditutupin tempatnya dari pandangan luar. Warung makan ini buka, pastinya karna ada demand kan. Waktu Bunda makan di salah satu tempat bersama tiga teman perempuan Bunda yang memang non muslim, banyak juga orang lain yang makan bersama dengan kami. Tempat makan itu ga bisa dibilang sepi. Dan Bunda perhatikan, semua yang datang selain kami adalah pria. Hmm....apakah mereka adalah orang-orang yang memang tidak berpuasa atau males puasa. Hanya mereka yang tahu! Tapi pengalaman beberapa tahun merasakan puasa di Jakarta, Bunda sering banget mendengar bapak-bapak yang jelas-jelas mengakui di antara mereka kalo mereka cuma berpuasa kalo di rumah, kalo ada anak dan istri. Selain itu, ya ga puasa lagi. Waduh....waduh....koq ya pemimpin keluarga seperti itu ya?

Trus satu lagi, waktu pulang dijemput Ayah, kami lewat Casablanca. Di depan Wisma Staco, biasanya ada beberapa gerobak penjual makanan, seperti bakso atau mie ayam. Kalo biasanya sore-sore lewat sana, pasti deh rame oleh pembeli. Dan ternyata waktu tadi lewat sana, gerobak-gerobak itu masih jualan dan ada yang beli. Parahnya, ga seperti tempat makan pada umumnya di bulan puasa yang ditutup-tutupin, ini ga ada penutup sama sekali. Huehehehe....... ;)

Sunday, August 23, 2009

Baca Buku

Sunday, 23rd of August 2009

Selain punya kesenangan baru main mobil-mobilan di PS, Effan juga punya kegemaran baru. Membaca buku sebelum tidur. Sekali Bunda ajak baca buku pas Effan mau tidur, hari berikutnya Effan minta sendiri ama Bunda untuk membaca buku dulu sebekum tidur. Dan buku favorit Effan adalah yang judulnya The City. Ga ada cerita apa-apa di buku ini. Buku ini lebih banyak gambarnya dan has 60 windows. Jadi di tiap halamannya yang tebal itu, ada beberapa gambar yang bisa dibuka dan ada gambar di baliknya. Effan seneng banget buka-buka windownya ini sambil juga belajar mengenai gambar-gambar apa saja yang ada di buku.

Malam ini Bunda ngasi buku yang lain untuk dibaca, yaitu My First Big Book: Alphabet Book. Jadi ini adalah buku alfabet, dengan gambar-gambar benda yang dimulai dengan setiap alfabet. Dan sesuai dengan namanya, ukuran buku ini memang lebih besar jika dibandingkan dengan buku pada umumnya. Ternyata vocabulary Effan udah makin berkembang lho. Effan udah bisa menyebutkan banyak gambar benda yang ada di buku. Bunda kasi applause jika Effan bisa menyebutkan dengan benar setiap gambar dan ini menyebabkan Effan makin semangat untuk terus membalik halaman demi halaman buku ini. Selesai membaca buku, seharusnya udah saatnya tidur, Effan masih aja mau baca buku The City. Hoahm....besok aja ya sayang dilanjutkan lagi. Dan minggu depan kita ke Gramedia yuk, beli buku baru, biar Bunda ga bacain yang itu-itu aja, Bunda yang mulai bosen ni ;)

Saturday, August 22, 2009

Om Cubit Pipi

Dari kemaren, ada Om Feri yang datang dari Malang untuk weekend ini. Bunda juga ga tau apa misi khususnya, kangen ama Ayah kali ya, hehe....
Effan ga inget nama Om Feri, yang dia inget namanya adalah Om Cubit Pipi karna waktu dulu-dulu si Om Feri datang ke Condet, pipi Effan selalu dicubitin. Dan bukannya sebel, Effan malah seneng dicubitin seperti itu. Dia bahkan senang mengulang mencubiti pipinya sendiri.

Selain Om Feri, ada juga Om Radik ni yang juga nginep di Condet. Huhu....senangnya Effan karna banyak orang. Dan rasa senangnya diwujudkan dengan maksa si Om berdua untuk nemenin Effan main PS, hehe.... Lumayan ni Bunda bebas tugas sementara ;)
Oya, siang ini kita beramai-ramai nemenin Mami ke daerah Mangga Besar untuk ngeberesin salah satu urusan persiapan pernikahannya. Dan karna ga ada seorang pun dari kita yang familiar dengan daerah ini, jadi sebagai persiapan Bunda print peta dulu di kantor kemaren. Memang kalo pake peta, amat sangat mudah ya untuk mencari alamat. Dan Bunda ga setuju banget deh ama pernyataan "Women can't read map'. Yes, I can ;)

Friday, August 21, 2009

H-1 Ramadhan

Friday, 21st of August 2009

Pagi ini jalanan dimana-mana cukup sepi. Kayanya pengaruh karna anak sekolah yang pada libur ni. Seperti biasanya menjelang bulan puasa ni kayanya, anak sekolah diliburin. Ga terkecuali Effan yang hari ini juga libur. Hmm....jadi minggu ini Effan cuma sekolah satu hari aja ya?

Jalanan di pagi hari memang sepi, berbeda halnya di sore dan malam hari. Udah dari hari Rabu kemaren ni, setiap sore dan malam pulang kerja, jalanan macet semacet-macetnya. It is not an ordinary condition. Sekarang kan udah akhir bulan buat sebagian orang dan masih tengah minggu! Koq bisa-bisanya macet parah! Pengaruh mau puasa ni kayanya. Banyak orang kumpul-kumpul sebelum puasa, untuk silahturahmi pastinya dan untuk makan-makan sepuasnya sebelum berpuasa. Selain itu pasti ada juga yang bertradisi nyekar ke makam-makam. Jadi daerah sekitar makam, pasti deh macet buanget. Dan hari ini adalah hari pertama taraweh kan, berarti pasti macet juga gara-gara banyak orang lainnya lagi yang ngejar mau tarawehan. Hampir semua jalan utama macet sejadi-jadinya. Bunda pulang lewat Karet ke arah Casablanca, butuh waktu sekitar 1 jam dari Karet sampe ke depan Ambasador. Hmprf.....ga penting banget deh ni macetnya.

Hmph....udah mau puasa lagi. Semoga di bulan puasa, semua orang benar-benar membersihkan diri, hati, dan jiwa agar menjadi lebih baik. Amin.... ;)

Thursday, August 20, 2009

Peringatan 17 Agustus (??)

Thursday, 20th of August 2009

Karna sepertinya kondisi Effan ga ada masalah, batuk-batuknya juga ga parah kalo siang, jadi sepertinya hari ini ga masalah untuk pergi ke sekolah. Tapi ternyata sampe di sekolah, anak-anak udah banyak yang bubaran dan di sekolah ada beberapa permainan seperti permainan kereta api dan ada delman juga. Tapi kenapa kami ga tau ya? Memang kemaren Effan ga sekolah, tapi kenapa pemberitahuannya H-1 seperti itu. Hari-hari sebelumnya kan Effan sekolah, seharusnya udah dikasi tau sebelum-sebelumnya itu. Huff....Bunda agak kecewa ni ama pihak sekolah! Kalo acara seperti ini kan pasti persiapannya sudah sejak lama, jadi bisa diberitahu sejak lama juga kan seharusnya. Padahal lagi, hari ini Effan bangunnya pagi lho. Jadi ga ada masalah untuk pergi pagi. Ya sudahlah, udah berlalu juga, percuma mau marah-marah, walaupun kecewa! Effan kehilangan moment untuk menikmati acara 17-an dan moment untuk bersosialisasi dengan teman-temannya :(

Wednesday, August 19, 2009

Uhuk...uhuk...

Wednesday, 19th of August 2009

Sepanjang malam ini Effan dan Bunda tidur dengan sangat tidak nyenyak. Penyebabnya adalah karna Effan terus-terusan batuk dan juga flu. Dari beberapa hari yang lalu, Effan lagi-lagi kena batuk serangan fajarnya. Jadi setiap subuh, dia mulai batuk-batuk dan diperparah ama flu. Huff...kalo udah gini, Bunda nyerah deh. Obat dari dokter udah dikasi pun, tetep wae batuk-batuk. Kasian banget kalo Effan udah batuk subuh-subuh gini. Matanya keliatan sangat ngantuk, tapi batuk menghalangi dia untuk kembali tidur. Masih subuh udah harus berhadapan dengan dilema. Tapi akhirnya rasa ngantuk ngalahin si batuk dan Effan pun kembali tidur. Sebagai usaha preventif biar batuknya ga makin kambuh, Effan ga usah sekolah hari ini. Kasian juga anak lain kalo ada temennya yang batuknya kaya gini. Hmprf.....sering banget aja deh bulan ini Effan libur :(

Tuesday, August 18, 2009

Gayek Pulang!

Tuesday, 18th of August 2009

Hari ini Gayek balik lagi ke Bukittinggi. Pagi ini Gayek sempetin anterin Effan dulu ke sekolah, sebelum siap-siap berangkat ke bandara. Dan emang pesawatnya Gayek terbangnya sore koq. Kata Gayek, Gayek anterin Effan sampe ke kelas. Begitu Effan udah ikut pelajaran dan akhirnya ngelepas tangan Gayek, Gayek kabur deh. Ini artinya ga ada pamit-pamitan deh ama Gayek.

Waktu Bunda pulang kerja, waktu Bunda baru nutup gerbang rumah, Effan bukain pintu dan teriak, "Bunda, Gayek ga ada Bunda!" Bunda bilang kalo emang Gayek udah pergi naik pesawat, dia cuma manggut-manggut seolah mengerti.

Hmm...berarti emang Effan ga sadar kalo Gayeknya udah ga di Jakarta lagi dan sepertinya dari tadi dia nyariin tuh. Artinya Gayek harus sering-sering ke Jakarta ni, biar cucunya ga kangen ;)

Monday, August 17, 2009

Dirgahayu Indonesia & Grand Indonesia

Monday, 17th of August 2009

Hari ini adalah hari peringatan kemerdekaan negara tercinta kita. Tapi sejak lulus dari bangku sekolah, sejak terakhir kali wajib ikut upacara bendera di sekolah, kayanya tanggal 17 Agustus buat Bunda ga banyak artinya selain hari libur. Bahkan nonton acara detik-detik peringatan kemerdekaan di tv pun sering terlewat. Hmm....apa ini yang dinamakan kehilangan nasionalisme ya?

Dan hari ini pun begitu. Bermula dari Effan yang bangun dari jam 4 pagi karna batuk-batuk, padahal Bunda baru tidur jam 1. Karna Effan yang batuk-batuk itu, walaupun udah dikasi obat masih tetap batuk dan akhirnya ga bisa tidur, Bunda juga ikutan ga tidur lagi deh. Jadi pagi hingga siang ini Bunda habiskan waktu untuk internetan dan tidur, tanpa peduli dengan kegiatan 17 Agustusan. Hmm....

Dan siang menjelang sore ini, Ayah ngajak ke Grand Indonesia. Cuma buat jalan-jalan dan ngeliat fountain show yang diadakan setiap jam di sana. Ternyata Effan takut ngeliat fountain shownya. Mungkin ini lebih karna suara musiknya yang berdentum keras itu, sementara Effan ga terlalu suka dengan suara keras seperti itu. Jadi sayang sekali, Effan ga bisa menikmati fountain show ini.

Trus keliling-keliling, ketemu ama suatu playground dan Effan loncat-loncat karna mau main di playground itu. Tapi Bunda harus beli dulu ni kartunya. Hmm...mahal juga ya playgroundnya! Lima puluh ribu untuk 1 jam! Tapi worth si, diliat dari tempatnya yang bersih dan juga besar, jadi pastinya memuaskan. Dan hebat, Effan berani sendirian untuk main. Wew...a little bit surprise! Biasanya Effan kan suka males kalo di tempat baru. Selama sejam Effan main dengan puasnya. Dan ada sesi nangis juga! Effan jatuh karna ngotot untuk memanjat seluncuran yang licin. Ugh Effan...ada-ada aja. Di sebelah playground ada kereta api mini yang tiketnya seharga 10 ribu. Effan meminta-minta untuk naik kereta api itu, "Bunda, Effan mau naik train donk!" Bunda udah siap-siap aja untuk beli 2 tiket karna khawatir Effan ga berani sendirian. Tapi ternyata dia berani lho. Belum apa-apa udah mau naik aja, padahal belum dipersilakan. Dan dia mau naik di lokomotifnya sendirian. Cihuy....anak Bunda udah berani sendirian! Manjanya udah berkurang. Dan ternyata di sisi lain mall ada juga area permainan. Di sana ada arena kanoo kecil gitu. Dan lagi-lagi Effan minta bermain dan dia berani sendiri. Uhuy...senangnya!

Sunday, August 16, 2009

Bumbum lagi....bumbum lagi!

Sunday, 16th of August 2009

Hari ini harus belanja bulanan karna stock susu Effan dan cemilan-cemilannya udah hampir habis. Siang-siang kita berangkat deh, ama Effan juga. Dan karna tadi malam udah ke Giant juga, sepertinya Effan ingat dimana lokasi barang favoritnya, yaitu mobil-mobilan. Hmm....sampe di tempat mobil-mobilan, semua mobil kayanya pengen dia masukin ke dalam kereta belanjaan. Dia sibuk masukin, Ayah sibuk ngegantungin lagi, sementara Bunda males ikut campur, jadi kabur dengan alasan hunting barang-barang lain yang perlu dibeli. ;)

Akhirnya ada sekitar 3 mobil-mobilan yang berhasil Effan masukkan ke kereta belanjaan saat kami berhasil mengajak dia beranjak dari lokasi mobil-mobilan itu. Tapi 3 mobil-mobilan sekaligus?? Apalagi yang 1 harganya 100 ribu, yang isinya 2 mobil dan ada karpet kecil yang ada tracknya. Hmmm...sepertinya ga bisa begitu deh. Muahal banget untuk sekali ngebeli mobil-mobilan! Padahal pastinya bulan depan mau beli mobil-mobilan lagi. Sekarang satu mobil-mobilan harganya 25 ribu. Itu untuk yang sekelas hot wheels. Mau beliin yang murah, belum apa-apa udah hancur, trus dibuang, sayang juga! Seperti yang waktu itu Ayah beliin, yang harganya sekitar 15 ribuan, kayanya belum seminggu, mobil-mobilan itu udah berakhir di tempat sampah. Ya udah deh, beliin satu mobil-mobilan aja. Huff....mobil-mobilan kedua dalam waktu kurang dari 24 jam! Lima puluh ribu udah melayang ni untuk kedua mobil-mobilan itu! :(

Oya, malam ini, beramai-ramai kita ke Setiabudi Building untuk nonton film Merantau. Gayek yang semangat ni mau nonton. Tapi sayangnya penyampaian filmnya agak kurang oke ni. Terlalu banyak sumpah serapah yang ditampilkan, kayanya jadi mengurangi bagusnya film. Tapi untuk jenis film action Indonesia, film ini bisa dibilang bagus. Fighting scenenya bagus! Kaya nonton Jackie Chan versi Indonesia gitu deh. Mungkin karna pengaruh sutradaranya yang bule itu kali ya? Hmm...koq ya bule yang bisa melihat dan mengangkat silat yang adalah bela diri yang dianggap asli Indonesia sebagai tema film ya? Eniwei, apa yang jadi pesan moral film ini? Hmm....merantau itu susah! Jadi beruntunglah Bunda dan juga Mami yang berhasil merantau ke Jakarta, wkwkwkwkwk...... Eh, ga gitu juga si! Mungkin pesan moralnya adalah di tengah segala kesulitan hidup, tetaplah berpegang pada prinsip awal kita dan lakukan sesuai apa yang dikatakan hati nurani kita. ;)

Saturday, August 15, 2009

First Day of Long Weekend ;)

Saturday, 15th of August 2009

Asyik....long weekend!! Ga ada rencana apa-apa si, tapi seneng banget bisa di rumah aja selama 3 hari berturut-turut. Bisa ngabisin waktu banyak sama anak (halah! alasan ibu-ibu bekerja sekali ya? ;p). Hari ini bener-bener kami (a.k.a Bunda dan Effan) habiskan di rumah dari pagi sampe sore. Ayah pergi ke kawinan adek temennya, Gayek pergi anterin Opung Debbie, sementara Mami dan Mama ke tukang jahit di Sunan Giri Rawamangun. Makan, mandi, minum susu, leyeh-leyeh, nonton tv, ngobrol, tidur, that's all that we've done. Walaupun ga kemana-mana, tapi menyenangkan juga bisa menghabiskan waktu berdua Effan di rumah aja. ;)

Tapi sekitar jam 6, waktu Gayek juga udah di rumah, tiba-tiba Effan mendesak-desak untuk pergi main dingdong. Apa Ayah ngejanjiin ya? Hmm....ga tau juga deh. Akhirnya Bunda, Effan, dan Gayek ke Kalibata naik motor. Tapi ternyata tempat dingdong favorit Effan itu udah tutup! Katanya si pindah ke Balikpapan. And u know what? Kita masih punya begitu banyak koinnya! Rugi deh...

Akhirnya kita ke tempat dingdong satu lagi yang di dekat Giant. Bunda beliin 10 koin, tapi ternyata baru sekali main mobil-mobilan yang butuhnya 2 koin, Effan langsung bosan dan ga mau main lagi. Malahan minta ke Giant. Akhirnya ke Giant, beli beberapa barang, termasuk mobil-mobilan. Huhu....makin naik aja ya harga mobil-mobilan? Udah 25 ribu aja! Huff...Effan, lumayan juga hobimu mengoleksi mobil-mobilan :(

Friday, August 14, 2009

Bunda ga usah pugi aja wa!

Friday, 14th of August 2009

Judul di atas dibaca seperti ini, "Bunda ga usah pergi ajalah!" Itulah kalimat yang berulang kali diucapkan Effan pagi tadi. Tanpa Bunda duga, Effan bangun pagi banget hari ini. Tadi malam, Effan baru tidur hampir jam 12 malam (gara-gara Ayah ga kooperatif ni, hrgrh!), jadi Bunda agak kaget waktu Bunda bangun, belum jam 6, Effan ikutan bangun. Dan setelah bangun, susah banget disuruh tidur. Sejak dia melek, yang dia omongin cuma kalimat itu. Bunda bingung! Ga mau bohongin Effan, bilang kalo Bunda ga akan pergi. Walaupun mungkin Effan ga akan ngerti kalo Bunda bohongin. Jadi Bunda cuma bilang, "Bunda perginya sebentar aja koq, nanti juga pulang lagi kan?!" Huff.....bener-bener sebel kalo pagi-pagi Effan bangun dan ngelarang Bunda pergi seperti ini :( Kapan dia bisa mengerti ya?

Thursday, August 13, 2009

Swimming day

Thursday, 13th of August 2009

Hari ini program sekolahnya Effan adalah swimming. Dan unlike usual, kegiatannya diadakan di kolam renang Bakin yang di Kalibata itu. Sayangnya ga ada pemberitahuan resmi pake kertas seperti biasanya. Mungkin karna Effan udah beberapa hari ga sekolah si jadi ga kebagian pengumuman, tapi seharusnya Effan (orang tuanya Effan lebih tepatnya) kan tetap harus dapat pemberitahuan resmi. Karna ga ada pemberitahuan resmi ini, akhirnya Effan telat deh dateng ke kolam renangnya. Menurut Gayek, kemaren Gayek udah nanya ke pihak sekolah (a.k.a teacher), tapi dijawabnya sama ama jadwal sekolah biasa. Makanya Effan baru berangkat ke kolam renang itu jam 10 seperti berangkat sekolah biasanya. Ternyata datang jam segitu udah telat. Bunda juga tadi malem lupa banget mau konfirmasi waktunya. Mengingat kalo jam 10 kan udah tergolong siang dan panas tuh. Ya sudahlah...

Anyway, menurut cerita Gayek, Effan susah diajak masuk kolam renang. Tapi begitu udah masuk kolam, dia langsung semangat main air. Akhirnya selesai berenangnya sekitar jam 11 kurang. Tapi pas udah bersih-bersih dan berpakaian, Effan malah minta masuk kolam lagi. Haduh...haduh...anak ini! Harus sering-sering diajak berenang lagi ni, biar puas main airnya ;)

Wednesday, August 12, 2009

Gambar Kaki

Wednesday, 12th of August 2009

Hari ini Bunda sampe di rumah lumayan cepat. Jam setengah 6 lewat dikit udah sampe di rumah, jam 6 udah selese mandi. Tapi Effan masih belum bangun aja ni. Kata Gayek si, Effan baru tidur jam setengah 4. Gini deh Effan, disuruh tidur suka susah, pas disuruh bangun pun susah. :(
Akhirnya Effan baru bangun menjelang jam setengah 7. Bunda ga punya ada kerjaan apa-apa ni malam ini, Ayah juga bakal pulang malam, sementara Gayek pergi ke rumah temannya Gayek. Hmm....jadi malam ini resmi jadi malam bermain berdua saja bersama Effan. ;)

Seperti biasa, permainan berdua diisi dengan banyak obrolan. Emang Effan seneng banget ngomong, Bundanya juga seneng banget ngomong, maka kloplah kami berdua.
Selain itu, Effan lagi keranjingan bikin gambar kaki ni. Jadi waktu beberapa minggu yang lalu Effan bikin hand print di sekolahnya. Dia excited banget ceritain tentang hal itu. Trus Bunda jadi inget, ajarin Effan bikin gambar tangan. Ngejiplak gambar tangan lebih tepatnya. Taro tangannya di atas kertas, trus ikutin polanya deh pake pensil ato pulpen. Selain tangan, Bunda juga ngajarin gambar kaki. Setelah itu Effan keranjingan bikin gambar tangan dan terutama kaki. Sayangnya Effan belum bisa bikin gambarnya sendiri ni, masih harus dibantu Bunda. Kita berlatih terus ya sayang...terutama berlatih gimana cara pegang alat tulis yang baik dan benar ;)

Tuesday, August 11, 2009

Effan back to school

Tuesday, 11th of August 2009

Berbeda dengan Ayah dan Bunda yang kemaren udah mulai aktivitas lagi, Effan baru hari ini mulai sekolah lagi. Berarti Effan udah libur selama 6 hari ini. Mumpung masih pre-school lah. masih ga banyak pengaruh kalo banyak libur.
Effan hari ini berangkat ke sekolah dianterin Pak Nandang dan Mbak Asih. Ga lama sampe di sekolah, Gayek nyusul ke Kidea dan Mbak Asih pulang. Kata Gayek, sekarang Effan udah gampang banget ditinggal di kelas sendiri. Good Effan! Tapi sayangnya Effan jarang cerita tentang sekolahnya, jadi Bunda susah juga untuk ngontrol kegiatannya di sekolah. Tapi biasanya kan ada communication book itu ya tiap minggu, tapi koq selama pre-school ini belum ada communication book yang dibagikan ya? Hmm....

Monday, August 10, 2009

Back to work

Monday, 10th of August 2009

Argh...males banget mau bangun pagi ni! Udah seminggu cuti, liburan ke kota kecil, kayanya berat banget mau kembali berjuang menghadapi kota Jakarta yang ruwet ini lagi (halah...lebay mode on ini! ;p).
Dan gara-gara tadi malem Bunda pake unpacking segala dan jadinya baru tidur sekitar jam 1, jadilah seharian ngantuk di kantor. Hoahm...sepertinya butuh liburan lagi ni ;)

Sunday, August 9, 2009

Keliling Bukittinggi and get back to Jakarta

Sunday, 9th of August 2009

Karna tadi malam udah ke gereja, jadi pagi ini agak santai deh, bisa bangun agak siangan. Tapi tetap harus pagi si, soalnya kan kita mau pulang nanti sore. Jam setengah 2 udah harus berangkat dari rumah menuju bandara karna perjalanannya butuh waktu sekitar 2 jam perjalanan dan kita mau naik travel aja ke bandaranya.

Oya, Jumat kemaren Gayek ke Jakarta, Gayek sekalian bawa bawaan kita yang mau dijadiin oleh-oleh. Satu diantaranya adalah tempat buah dari kayu yang bentuknya unik yang kita beliin untuk Yuyut. Ternyata Gayek udah bawa barang-barang itu ke Condet dan Mama liat dan suka ama tempat buah itu dan minta dibeliin dua lagi. Jadi pagi ini Bunda ama Opung mau balik lagi ke Panorama untuk beli lagi barang yang sama. Kenapa Bunda perginya ama Opung bukan ama Ayah? Karna seharusnya masuk ke areal Panorama itu harus bayar, tapi kalo sama Opung, ga perlu bayar ;)
Dan bener, waktu sampe di sana, waktu si petugas tiket nanya, Opung dengan gaya cuek ngejawab kalo kami mau ke toko-toko yang ada di dalam, bukan mau berwisata. Jadi kami boleh masuk gratis deh. Waktu sebelumnya tukang parkir nanya, Opung juga jawab gitu, jadi kita ga perlu juga bayar parkir. By the way, si pemilik toko masih inget aja ama Bunda, jadi ga perlu nawar-nawar dengan susah payah lagi deh. Malah Opung langsung 'tembak harga'. Seharusnya 1 tempat buah harganya 55 ribu, Opung bilang ke si penjual kalo 2 jadi 100 ribu, si penjual langsung oke, hehe.... Kerenlah kalo pergi belanja ama Opung ;)
Sampe di rumah, Ayah ama Effan masih leyeh-leyeh aja ni. Tapi karna Bunda ngotot ngajak jalan-jalan mumpung masih ada waktu, mereka bisa juga cepet-cepet beres-beres.

Ya...mumpung ada waktu, kami mau pergi naik kereta wisata dari lapangan kantin. Usaha kereta wisata yang dijalankan oleh koperasi Kodim ini balum terlalu lama ada. Rutenya ya keliling kota Bukittinggi. Ada 2 rute, yang satu kelilingnya lebih deket, cuma di tengah kota aja, sekitar 20 menit dengan biaya 5000 rupiah, dan rute yang satu lagi agak jauh kelilingnya, sampe ke kantor walikota yang berada di pinggir kota, dengan waktu perjalanan sekitar 40 menit dan biayanya 10 ribu rupiah. Hmm...kayanya ini pasnya emang untuk turis deh. Atau pengunjung Bukittinggi yang baru sampe di Bukittinggi. Tapi lumayanlah, asyik juga bisa jalan-jalan keliling kota dengan mobil yang bentuknya terbuka ini.

Sampe di rumah udah menjelang jam 1, jadi Bunda harus buru-buru finishing the packing thing dan setelah itu lunch dan langsung berangkat. Effan makan di perjalanan aja deh. Tepat jam setengah 2, kami dijemput oleh pihak travel. Jadi travel ini sistemnya dijemput dan kemudian diantar ke tempat tujuan di Padang atau ke airport. Setelah kami dijemput, ternyata masih ada yang harus dijemput lagi. Eh, keliling-keliling gitu, Effan malah ketiduran.
Akhirnya meninggalkan kota Bukittinggi jam 2 diiringi dengan rasa sedih yang terlihat di wajah Opung dan Tama. Hmm...mesti sering-sering pulang ni, biar Opung senang! ;)

Effan terbangun sebelum sampe di bandara. Dan kami sampe di bandara, ternyata baru jam 4 lewat, padahal pesawat kami jadwalnya jam 18.25. Nunggu 2 jam deh ni judulnya. Dan sepertinya kami yang pertama check in ni. Anyway, ternyata menunggu 2 jam tidak terasa begitu lama karna ruang tunggunya yang nyaman. Dan Effan pun gampang banget disuapin makan pake ayam pop. Emang enak juga si ayam popnya ;)
Kayanya kami jadi keasyikan ni nongkrong-nongkrong sambil nunggu pesawat di bandara, jadinya malah kami masuk pesawat paling akhir ni. Pas udah diumumin panggilan terakhir, baru deh kami jalan menuju pesawat, hehe...

Seperti waktu berangkat, Effan lagi-lagi ngomong kalo dia ga mau naik pesawat. Tapi taktik Bunda kemaren dengan bilang ke Effan kalo dia ke pesawat cuma buat anterin Bunda aja, masih cukup jitu. Terbukti dia mengangguk pasrah waktu Bunda bilang, "Effan ga usah naik pesawat kalo gitu. Nanti anterin Bunda aja, trus kita turun deh." Ga ada pernyataan yang berbohong kan ya? Hehe...

Cuacanya agak buruk ni. Dari 1 jam 35 menit perjalanan, kayanya cuma sekitar 20 menit kita diijinkan untuk tidak menggunakan seatbelt. Kalo di darat, ini seumpama ngelewatin jalan rusak ni. Turbelensinya bikin agak cemas ni. Effan juga tampak bingung di awal penerbangan, apalagi pas ngeliat titik-titik hujan di jendela pesawat. Tapi untungnya rasa cemas Effan itu kalah dengan rasa kantuknya, sehingga dia tertidur. Dan baru bangun menjelang landing. Huff....thanks God, akhirnya kita bisa sampe kembali dengan selamat di Jakarta.

Karna Gayek udah di Jakarta, jadi kita di bandara dijemput oleh Gayek yang ditemani oleh Mami. Mami juga semangat pastinya karna dibawain kwetiauw Monalisa ni ;)
Karna dijemput, jadi santai deh, ga perlu repot lagi cari taksi. Setelah selesai nganterin Mami ke kos, kita pulang deh ke Condet. Trus Bunda unpacking deh. Kayanya gatel banget klo ga langsung unpacking, walaupun jadinya baru bisa tidur tengah malem. Hoahm.....capenya setelah seminggu liburan ;)

Saturday, August 8, 2009

Kerajinan perak Koto Gadang

Saturday, 8th of August 2009

Hari ini agendanya adalah keliling Bukittinggi sebelum besok kembali ke Jakarta. Tapi udara dingin bikin males banget ya? Bunda berhasil bangun pagi dan berberes-beres sambil ngobrol ama Opung. Tapi Ayah dan Effan masih molor aja ni! Tadinya mau ke rumah kelahiran Bung Hatta, gagal! Mau keliling Bukittinggi pake kereta wisata yang ada di lapangan kantin, gagal juga! Tapi emang hujan juga si, walaupun gerimis, jadi bikin makin pengen tidur aja!

Opung pagi ini jadwalnya adalah ke pasar untuk beli makanan marco si burung murai dan juga untuk beli bebek dan belut untuk dimasak untuk dibawa besok ke Jakarta. Sementara Opung ke pasar, sedangkan Ayah ama Effan masih aja tidur, Bunda mulai beres-beres. Mulai dari beres-beres rumah, trus mulai packing, biar nanti malam ga ribet dan besok pagi cuma tinggal finishing aja.
Siang ini, daripada bengong di rumah, dan emang karna ada oleh-oleh yang direncanakan belum sempat dibeli, jadi kita mau ke Pasar Atas, sama Opung juga.

Pertama beli benang. Ini pesenannya Mami. Ga penting banget ya beli benang aja di Bukittinggi, padahal di Jakarta juga banyak. Tapi masalahnya, di Bukittinggi, semua tempat gampang banget dijangkau termasuk toko yang jual benang, ga kaya di Jakarta, yang agak jauh nyarinya. Trus beli sendal untuk oleh-oleh. Jadi Bukittinggi punya sendal khas untuk laki-laki yang dikenal dengan sebutan tarompa datuak yang bahannya dari kulit. Opung udah punya langganan di Pasar Atas yang Opung bilang bisa kasi harga lumayan murah (walaupun setelah itu Bunda pikir, ini ga lebih murah daripada Panorama).

Tujuan selanjutnya adalah toko kerajinan perak. Yup, ga cuma Jogja atau Bali yang punya kerajinan perak, tapi Bukittinggi, tepatnya di daerah yang namanya Koto Gadang, juga punya. Dan menurut Bunda harga kerajinan perak Koto Gadang ini lebih murah daripada punya Jogja, apalagi Bali. Tapi sayangnya, waktu di toko perak, Effan rewel setengah mati, sehingga kami ga bisa leluasa melihat-lihat. Jadi mendingan pulang dulu deh. Effan minta naik bendi. Lima belas ribu sampai ke rumah, lumayanlah! Diterpa angin sepoi-sepoi bikin Effan terkantuk-kantuk, tapi tetap ga ketiduran sampe ke rumah.
Di rumah pun dia kembali bersemangat. Ga mau tidur sama sekali. Jadinya, lagi-lagi pake cara klasik. Ngajak Effan jalan-jalan pake motor dan berhasil! Dia tertidur saat sampe di rumah ;)

Sementara Effan tidur, Ayah dan Bunda kembali lagi ke Pasar Atas ke toko perak. Wah...kami jadi belanja banyak ni. Bunda emang seneng ama perhiasan perak, secara kalo pake imitasi gatel-gatel dan kalo pake emas kayanya norak, selain harganya mahal. Harga perak juga dijual berdasarkan beratnya. Per gram harganya sekitar 25-30 ribu rupiah tergantung kualitasnya. Hmm...lumayan!

Sore ini jadwalnya adalah ke gereja bersama-sama. Jadwal misa adalah jam 18.30. Sore banget ya? Effan agak nyebelin ni ikutan misa kali ini. Sempet ga mau juga pas dibilangin mau ke gereja. Hmprf...perlu dididik ulang tentang gereja ni anak!
Pulangnya kita lagi-lagi naik bendi dan Effan really really excited about it ;) Dia lagi-lagi minta duduknya di depan!

Trus malam ini, Ayah ajak Tama keluar malam mingguan, sementara Opung ama Effan main berdua dan Bunda beres-beres semuanya, termasuk nyuci-nyuci baju biar besok ga bawa pakaian kotor terlalu banyak.

Dan apa dinner kita malam ini? Nasi goreng yang seporsinya buanyak banget itu, dagingnya daging sapi beneran yang kering, dan rasanya enak banget! :)

Friday, August 7, 2009

Kuliner, Kuliner, Kuliner ;)

Friday, 7th of August 2009

Hari ini adalah Jumat pertama, jadi Bunda ke gereja deh. Dan cuma ada 1 kali misa hari ini, jam 6.45 pagi. Dengan bersusah payah, Bunda berhasil bangun pagi, rebus air, mandi, dan berangkat. Ga ada yang istimewa dengan misa Jumat pertama ini. Tapi pas misa berakhir, Bunda ketemu ama pastor yang selalu jadi favorit Bunda. Namanya Pastor Mikael Gunadi, FX, tapi akrab dipanggil Pastor Gali. Beliau sudah eksis sejak jamannya Opungnya Bunda dulu. Opung (alias Mamanya Bunda), pernah cerita kalo dulu waktu Opung masih kecil di Padang, Pastor Gali sudah jadi imam di Padang. Bahkan Opung dan keluarga pernah tinggal di pastoran paroki di Padang bersama si Pastor Gali juga. Pastor Gali udah keliatan tua, tapi auranya ga ada matinya. Bunda emang ga bisa baca aura si, tapi saat dekat dan ngobrol ama si Pastor, terasa sangat menyenangkan. Jadi inget jaman dulu waktu masih SMP dan SMA, Bunda sering ke gereja di Sabtu sore untuk membantu bersihin gereja, sering ketemu Pastor dan ngobrol. Ah...menyenangkan! Sayang, cita-cita Bunda untuk bisa dibabtis oleh beliau tidak menjadi kenyataan :(

Anyway, dari gereja, Bunda pulang ke rumah dan menjadi pembantu. Emang ni, setiap pulang ke rumah, Bunda jadi pembantunya Opung kecuali untuk urusan masak (masih Opung lah ratu dapurnya ;p). Nyapu, ngepel, nyuci, nyetrika, pembantu banget deh pokoke! Lagian hari ini ga ada agenda khusus mau kemana-mana, jadi ga masalah!
Setelah sibuk berberes-beres, sementara Ayah dan Effan yang selalu kedinginan leyeh-leyeh berdua, akhirnya kita pergi. Agendanya adalah ke KFC karna Effan susah makan, jadi berharap kalo makan ayam itu dia mau. Tapi Ayah dan Bunda ga pengen makan di KFC, pengen makanan yang lain yaitu katupek kapau di Los Lambuang ;)

Enaknya makan di KFC Bukittinggi adalah karna bisa sambil memandang keluar ke arah Jam Gadang. Sambil liat orang-orang dan kegiatannya masing-masing juga. Tapi karna Ayah dan Bunda udah laper, sementara Effan udah selesai makan, jadi kami pulang deh. Oya, dasar abege kota kecil ya, senengnya nongkrong di restoran fastfood begini. KFC siang ini rame banget ama anak SMP dan SMA. Ini udah terjadi sejak Bunda masih jadi abege di Bukittinggi. Tapi Bunda ga termasuk yang suka nongkrong di KFC, enakan di H. Minah ato Katupek Kapau deh, jauh lebih murah, hehe...

Dengan perkiraan Effan udah mulai ngantuk juga, akhirnya kami putuskan untuk pulang dulu sebelum makan ke Los Lambuang. Biar Effan ketiduran, kami pun berkeliling Bukittinggi. Sempet mampir juga ke rumah teman Bunda yang namanya Tante Diana. Bunda udah lama ga ketemu dan belum pernah liat anaknya Tante Diana yang namanya Syafiq. Tapi ternyata si bocah ini masih semangat aja. Akhirnya kita ajak deh ke Los Lambuang untuk makan katupek kapau. Oya, Gayek berangkat hari ini ke Jakarta.

Kami makan, Effan minum teh botol sosro favoritnya itu. Satu porsi katupek kapau yang mengenyangkan ini harganya 5000 rupiah saja. Ini emang udah jadi makanan favorit Bunda sejak SMA dan Ayah pun mengakui betapa enaknya makanan ini ;) Wah...emang sangat memuaskan wisata kuliner di Bukittinggi!
Selesai makan, rencananya mau ketemuan ama Tama di salah satu kafe di Kampung Cina yang jadi tempat nongkrongnya para bule yang berwisata ke Bukittinggi. Oya, Bukittinggi ini dikenal sebagai kota wisata lho! Jadi bukan hal yang aneh kalo ngeliat banyak banget wisatawan asing dimana-mana. Tapi umumnya si backpackers yang mampir ke kota ini.

Tapi di perjalanan Effan malah ketiduran, jadi harus dianterin pulang deh. Setelah itu baru kita ketemuan ama Tama dan dua orang temannya di Kafe Bedudal di Kampung Cina. Ada minuman yang cukup unik dan murah di kafe ini yang namanya chai masala, harganya 4000 rupiah saja. Kalo kata karyawan kafe, ini adalah sejenis Indian tea. Yang Bunda rasakan, ini adalah teh tarik alias teh plus susu yang kemudian dicampur rempah, yang terutama adalah kayu manis. Sepertinya minuman ini lebih nikmat jika dinikmati dalam keadaan panas di cuaca dingin. Sore ini cuaca agak panas, jadi ga terlalu nikmat deh!

Karna udah kenyang, jadi Bunda cuma pesan potato wedges yang sepertinya tidak akan terlalu mengenyangkan, walaupun sebenernya ini adalah karbohidrat ya?! Lumayan lama ni nongkrong di kafe ini, ngobrol ngalor ngidul sampe sekitar jam 6. Opung sms Bunda ngasi tau kalo Effan udah bangun dan emang udah saatnya Tama untuk pergi ke sekolah lamanya, di SD Fransiskus untuk belajar agama. Gini deh nasibnya kalo beragama minoritas dan bersekolah di sekolah negri. Sekolah tidak menyediakan pelajaran dan guru agama, jadi pelajaran agama diurus ama gereja. Dan biar ga bentrok antara anak satu dengan anak yang lainnya yang sekolahnya berbeda-beda, jadi belajar agamanya malem deh. Udah dari jaman Mami dan Bunda dulu, belajar agama itu setiap Jumat malam jam setengah tujuh malam, kecuali untuk kelas 3 SMA, jam 6 mulainya.

Malam ini rencananya mau makan kwetiauw dari chinese food restaurant yang paling oke sejagad raya (eh, lebai banget ya? tapi emang kwetiauwnya enak banget lho! baik yang halal maupun yang ga halal ;p), yang namanya Monalisa. Dari Mami dan Bunda masih kecil, setiap mau makan chinese food, kami selalu ke sini. Satu bungkusnya harganya 15 ribu rupiah. Worth banget! Porsinya ga terlalu besar si, tapi enaknya ga nahan! Restoran ini ga cuma dikunjungi ama orang-orang Bukittinggi, tapi sering banget juga jadi tempat makan para wisatawan asing. Ayah sampe berkomentar, emang enak banget kwetiauwnya, kwetiauw Lekker di Otista yang selama ini jadi favorit kami dinyatakan kalah!! ;)

Thursday, August 6, 2009

Payakumbuh

Thursday, 6th of August 2009

Hari ini jadwalnya keluar kota Bukittinggi lagi, yaitu mau ke Payakumbuh. Selain memang di daerah ini ada objek wisata yang bisa dikunjungi, juga karna ada teman lama Ayah yang juga teman Bunda waktu kuliah yang tinggal di sini.
Seperti biasa, berangkat dari rumah udah agak siangan, sekitar jam 10. Selain susah dibangunin, Effan juga susah banget disuruh mandi dan makan. Akhirnya makannya dibawa juga deh untuk dimakan di perjalanan.

Dari rumah langsung menuju ke Payakumbuh. Kebetulan rumahnya Om Irwan, temennya Ayah dan Bunda itu deket banget ama objek wisata Lembah Harau. Jadi kami langsung menuju ke arah Lembah Harau itu. Ternyata Om Irwan punya toko yang jual komputer dan berbagai perangkatnya, jadi kami ketemu dulu di tokonya itu. Setelah dari tokonya Om Irwan, kemudian kita ke rumah Om Irwan. Rumahnya Om Irwan punya halaman yang cukup luas. Effan senang banget ketemu ama halaman yang luas ini. Kita semua masuk ke ruang tamu untuk ngobrol, Effan ga mau ikutan masuk, maunya main di halaman. Mainin pasir, tanaman, dan entah apa lagi. Yang pasti hasilnya dia jadi kotor si (tapi kan katanya kalo ga kotor ga belajar, jadi ya sudahlah!).
Oya, sekarang Om Irwan jadi petani aja katanya. Ga mau kerja kantoran, padahal di daerahnya untuk jadi PNS dari jurusan Teknik Lingkungan, bisa gampang banget.

Hmm....Bunda berpikir, pasti sulit untuk bekerja menjadi petani di sana. Yang lebih sulit adalah secara mentally. Orang-orang masih menganggap bertani adalah pekerjaan kasar yang hina. Banyak orang berlomba untuk tidak lagi menjadi petani, sedangkan Om Irwan malah dengan sangat rela memilih menjadi petani. Bunda yakin kalo Om Irwan pasti sering 'dicibir' oleh orang-orang di kampungnya karna memilih profesi ini, mengingat dia adalah lulusan dari smu yang bagus dan juga perguruan tinggi terbaik di negri ini. C'est la vie....hidup emang penuh pilihan, tergantung kita untuk memilih dengan bijaksana ;)

Anyway, setelah berkunjung ke rumah Om Irwan dan ngobrol juga dengan ibunya Om Irwan, kita lalu menuju ke Lembah Harau. Jadi punya guide ni, si penduduk asli, Om Irwan! Lumayan, jadi ga perlu bayar tiket masuk, hehe....

Objek wisata Lembah Harau ini pesonanya adalah di pemandangannya. Dimana-mana bukit yang kemiringannya 90 derajat (eh, udah ga miring lagi tuh namanya, tapi tegak lurus)! Dan ada beberapa spot yang sering digunakan para pemanjat tebing. Selain itu, juga ada beberapa spot air terjun dan ada tempat pemandiannya. Sayangnya tempat pemandian yang ada ga terlalu bersih dan airnya juga dingin banget. Effan sempat nyemplung sebentar lho, tapi ga lama menggigil kedinginan, jadi langsung diangkat keluar dari air.
Hmm....sebenernya kalo mau hiking, asyik banget ni! Tapi susah ya, kalo sambil ajak anak kecil kaya gini?!

Karna belum makan juga, kita akhirnya cari makan dulu deh. Om Irwan merekomendasikan tempat makan di daerah yang namanya Situjuh yang spesialisasinya adalah cancang kambing. Hmm....favoritnya Ayah ni, jadinya Ayah langsung semangat deh buat ke sana. Tempat ini ternyata hidangannya ga terlalu banyak, tapi enak-enak. Kayanya cuma ada 3-4 macem deh lauknya. Cancang kambing, ikan bakar, dendeng, ama apa gitu...Tapi walaupun dikit jenisnya, rasanya oke banget. Dan harganya? Murah ternyata! Makan 4 orang dewasa, cuma 70 ribuan ampe kenyang setengah mati. Oya, saat menuju tempat makan ini, Effan ketiduran dan terus tertidur saat kami makan. Tempat makan ini menyediakan tempat lesehan, jadi Effan bisa dibaringkan sambil ada angin sepoi-sepoi yang meniup. Hmm...gimana ga super nyenyak tidurnya ;)

Setelah makan, karna belum terlalu sore, akhirnya kami putuskan untuk mengunjungi satu tempat wisata lainnya, yaitu Ngalau Indah. Karna tempatnya yang relatif tinggi, jadi dari tempat ini, kita bisa melihat pemandangan kota Payakumbuh dari atas. Selain itu Ngalau Indah ini juga 'menjual' wisata gua lengkap dengan stalaktit dan stalaknitnya. Karna gelap dan khawatir spooky, hehe...., jadi kami ga masuk ke dalam gua, cuma foto-foto aja dari luar. Setelah mengantarkan Om Irwan, pulang lagi deh ke Bukittinggi.

Hmm....malam ini makan dimana ya? Opung ngajak makan masakan ikan di daerah yang namanya Gadut. Kalo ukuran Bukittinggi, tempat ini agak jauh dari rumah, cuma sekitar 5 km kayanya (kalo ukuran Jakarta, ini si deket ya? ;)). Dan sayangnya sampe di sana, masakannya udah mulai habis. Tapi masih ada ikan bakar yang rasanya emang enak. Bumbunya pas banget deh. Effan juga makan dengan nikmat ni. Lumayan banyak makannya pake ikan ini. Dan lagi-lagi surprisingly, kita makan berenam cuma ngabisin 76 ribu. Wah...setelah lama ga tinggal di Bukittinggi, jadi agak terkaget-kaget ama murahnya makanan ;)






Wednesday, August 5, 2009

Pasar Atas, Panorama, Lobang Jepang, Souvenir, Sate Mak Anjang, Pesta Duren

Wednesday, 5th of August 2009

Agenda hari ini adalah jalan-jalan seputaran Bukittinggi. Yang belum dikunjungi adalah Panorama dan Lobang Jepangnya. Tapi karna Lobang Jepang dikabarkan spooky dan emang gelap pulak, jadi pengennya ke sana ga ngajakin Effan, jadi pas jam tidurnya Effan aja. Hmm....trus ngapain ni sambil nunggu Effan tidur?

Jalan-jalan ke Pasar Atas aja deh. Mau makan mie tahu di boffet (istilah yang aneh ya? maksudnya si rumah makan) H. Minah yang emang udah terkenal seantero Bukittinggi. Sebelumnya Effan kita beliin KFC karna ga mungkin dia bakal mau makan mie tahu. Karna parkiran motor agak jauhan ama H. Minah, jadi kita terpaksa jalan dan melewati beberapa toko di Pasar Atas. Dan kami pun melewati sebuah toko boneka. Waktu lewat, Bunda nunjuk ke arah toko boneka, maksud hati mau nunjukin boneka catterpillar kaya yang ada di Kidea yang ditaro di bagian luar toko, tapi entah kenapa mata Effan malah tertuju ke dalam toko ke arah boneka yang bentuknya mobil-mobilan VW kodok. Dan dia langsung masuk ke dalam toko, nunjuk dan minta boneka itu! Bunda masih belum ngeh tuh waktu dia nunjuk-nunjuk. Fyuh....bonekanya ditawarin dengan harga 75 ribu! Asem....mahalnya! Tapi setelah tawar-menawar, akhirnya si tante penjual mau juga ngasi 50 ribu. Huhuhu.....sedih! Uang 50 ribu melayang. Sedih...kayanya di Jakarta harganya bisa lebih murah ni, kan harga barang-barang di Pasar Atas terkenal mahal-mahal :(

Dari sana, langsung menuju ke boffet H. Minah, udah laper banget soalnya! Setelah pesan makanan, Bunda suapin Effan. Lumayan juga ni makannya banyak. Pas Effan selesai Bunda suapin, Ayah udah setengah jalan makannya. Effan selesai makan, baru deh Bunda makan. Oya, Ayah mengakui kalo mie tahu emang enak. Hmm....Ayah jangan sampe lama banget deh di Bukittinggi. Bisa gendut banget nanti pulangnya! Lha wong makan melulu, makanannya enak-enak ;)
Pas Bunda makan, tiba-tiba Effan terlihat teler dan ngantuk berat. Kayanya pengaruh obat juga ni. Tadi pagi Effan sempat batuk-batuk, jadi dikasi obat batuk. Oalah...anak ini, koq ya bisa tiba-tiba ketiduran? Akhirnya Bunda buru-buru makan dan bawa Effan pulang ke rumah.

Ga lama di rumah, Ayah dan Bunda pun pergi ke Panorama. Tiket masuknya cuma tiga ribu rupiah, untuk bisa menikmati Panorama Ngarai Sianok dan masuk ke Lobang Jepang. Hwuih....agak serem masuk ke Lobang Jepang! Walaupun lampunya pada dinyalain, tapi sepi ni, jadi agak ngeri aja. Ga terlalu lama kita di dalam lobang jepang. Soalnya ga banyak juga yang mau diliat di sini selain lorong-lorong yang banyak itu yang menjadi saksi bisu kekejaman Jepang terhadap manusia Indonesia (halah!! bahasanya Bunda ;p).
Lobang Jepang kan posisinya agak ke bawah, jadi kalo mau keluar harus naik anak tangga yang jumlahnya kalo ga salah hitung ada 134 anak tangga. Oh my God, bikin betis gede aja ni!

Keluar dari Lobang Jepang, duduk-duduk dulu sambil ngos-ngosan. Beneran bikin cape ni :( Trus keliling area yang disebut Panorama itu deh sambil foto-foto. Ada satu menara di sana yang bagus banget untuk dijadikan tempat foto. Jadi kami berdua menuju ke sana. Sambil menuju ke sana, ada toko-toko yang menjual souvenir. Sejak pulang yang terakhir kali, Bunda jadi tau kalo mau beli souvenir, mending belinya di sini aja. Harganya lebih murah daripada di Pasar Atas dan ga perlu cape-cape nawar untuk dapatin kesepakatan harga yang bagus itu. Jadi kami berdua langsung beli souvenir yang dibutuhin untuk dioleh-olehi ;)

Setelah puas foto-foto dan belanja-belanja, kita pulang deh. Sambil pulang, kayanya ga enak dengan tangan kosong. Beli apa ya? Pas mau pulang, kita ngelewatin tukang sate di dekat rumah yang namanya Mak Anjang. Satenya enak lho! Harganya 10 ribu per bungkus. Satu bungkus itu isinya lumayan banyak.

Udah dari pertama kali sampe di Bukittinggi, Ayah berniat untuk makan durian. Dan akhirnya malam ini, niat itu terlaksana. Jadi malam ini ditutup dengan pesta duren deh! Tiga puluh lima ribu saja udah bisa pesta duren untuk 5 orang dewasa! Di Jakarta mana bisa 35 ribu puas ampe perut berasa panas ;p


Tuesday, August 4, 2009

Maninjau dan Padang

Tuesday, 4th of August 2009

Hari ini rencananya adalah ke Padang untuk mengunjungi saudara-saudara Opung yang emang banyak tinggal di Padang. Tapi rencananya si mau muter ni jalan ke Padangnya, ga lewat Padang Panjang seperti biasa, tapi lewat ke Maninjau biar sekalian jalan-jalan. Karna semua pada males bangun pagi mengingat dinginnya cuaca dan juga karna Opung mau ikutan (padahal hari ini adalah hari kerja), jadi kita baru berangkat menjelang jam 11 siang.

Seperti yang direncanakan tadi, jadi kita menuju ke Maninjau dulu ngelewatin Kelok 44yang mengerikan dan super duper bikin mabok itu. Di kelok 26, kita berhenti dan foto-foto. Sayangnya Effan ketiduran, jadi ga ikut foto-foto deh. Heran deh ini anak, jalanan berkelok-kelok bikin mabok gini, dia malah ketiduran, bukannya pusing. Kayanya dalam tubuh Effan ada kelenjar yang menghasilkan hormon anti muntah deh. Soalnya diajak naik kendaraan apapun, gimanapun kondisi perjalanannya, dia ga ada mabok-maboknya! Menyenangkan kalo diajak jalan jauh, ga nyusahin ;)
Tadinya Gayek ngajakin ke Padang lewat Padang Panjang aja. Kata Gayek, ayo cari putaran dulu! Tapi sampe kelok 1 alias udah sampe Maninjaunya, ga nemu tempat mutar. Jadi akhirnya kita lewat Maninjau aja ke Padang, daripada harus ngelewatin kelok 44 lagi dan bikin pusing lagi.

Udah siang, akhirnya kita mampir di suatu rumah makan yang sederhana di Maninjau. Ditulis di etalasenya, spesialisasinya adalah dendeng batokok. Jadi masakan ini seperti dendeng biasa, tapi disajikan dengan minyak yang rasanya manis. Nyam...nyam....ini dulu termasuk salah satu makanan favorit keluarga dan ternyata dendeng batokok di rumah makan ini enak juga!

Setelah makan, lanjut ke Padang. Perjalanan ke Padang dari Maninjau cukup jauh kalo diliat dari kilometerannya. Tapi ketimbang ngelewatin Padang Panjang, harus ngelewatin lagi kelok 44, kayanya mending ngelewatin jalan yang jauh deh. Tapi ternyata Gayek agak lupa jalan ke Padang dari Maninjau ini. Jadi sempet agak nyasar deh (tapi Gayek ga ngaku kalo itu nyasar, hehe...). Perjalanan yang cukup jauh, tapi pemandangannya oke banget, sawah dimana-mana, hijau deh pokoke, bikin ga ngebosenin di jalan.

Akhirnya sampe di Padang udah jam 4 lewat. Nyamperin Eyang Ken dulu di sekolah tempat Eyang mengajar trus langsung ke Purus Kebun ke rumah Oma Tres, yang rumahnya persis sebelahan ama rumah Opungnya Bunda dulu. Ternyata rumah Opungnya Bunda udah dikontrakin sekarang, jadi Bunda ga bisa masuk rumah itu deh. Setelah ngobrol-ngobrol ama Oma dan Opa Balu, Ayah, Bunda, Effan, dan Gayek kemudian pergi ke pantai yang di Padang dikenal dengan istilah Taplau alias Tapi Lauik, mau ngeliat sunset. Pas banget nyampe pantai, matahari sedang bergerak turun. Indah banget deh! Sambil Ayah, Bunda, dan Gayek menikmati sunset, Effan asyik banget main pasir. Ini anak emang senang banget kalo main di pantai, apalagi ini pantainya lagi sepi. Trus ada perahu nelayan yang sedang disandarkan di pantai jadi objek mainan juga buat Effan. Emang lebih enak pantai di Padang ni daripada di Ancol.
Dari pantai, trus mampir ke es duren yang enak, yang cukup terkenal di Padang. Walaupun Bunda ga terlalu senang ama duren (karna udah bosen soalnya), tapi Bunda cukup menikmati es durennya ;)

Setelah itu, kita kembali ke rumah Oma, mandiin Effan yang udah sangat kotor karna main pasir, trus berangkat lagi ke rumah Opung, yang adalah Tulangnya Bunda di asrama polisi Rimbo Kaluang. Opung ini lagi sakit abis ketabrak motor. Hiii....lukanya mengerikan. Opung sempet ga bisa jalan gara-gara kecelakaan itu. Untungnya udah pensiun, jadi emang udah ga ada kegiatan lagi. Tapi tetap aja nyebelin ya, ga bisa ngapa-ngapain gitu!

Ga terlalu lama di rumah Opung, kita lanjut ke rumah Eyang di daerah yang namanya Lapai. Sayang sekali ga ketemu Pak De Widhi ni. Tapi Effan ketemu ama ketiga omnya yang lain, Om Kris, Om Nano, dan Om Andre. Ga terlalu lama juga di sana, kemudian kita pulang ke Bukittinggi karna udah malam dan memikirkan Tama yang sendirian di rumah. Huff....Bunda kangen masa dulu ni, sering ngumpul ama sepupu-sepupu Bunda itu, menyenangkan! Sekarang udah jarang banget ni kita bisa ngumpul kaya gini :(
Sampe di Bukittinggi udah sekitar jam 11 malam dan kelaperan. Akhirnya beli nasi goreng dulu deh. Nasi goreng yang mak nyus! Satu porsi dibungkusnya banyak banget. Bungkusan nasi yang coklat itu hampir ga bisa dibungkus dengan sempurna saking penuhnya, dan harganya cuma sepuluh ribu rupiah saja! Nasinya enak, dagingnya kering kaya dendeng dan banyak pula. Nyam...nyam...nyam....makin gendut aja, makan banyak malem-malem ;p









Monday, August 3, 2009

Ngarai Sianok, Panorama Baru dan TPA, Janjang 40, Los Lambuang, Benteng, Restoran Family Benteng

Monday, 3rd of August 2009

Karna dinginnya Bukittinggi, kami semua jadi males bangun pagi. Bunda bisa bangun pagi setelah jam 7. Itu juga ga pagi lagi ya namanya? Apalagi Effan, bangunnya bisa jam 8 ato bahkan di atas jam 9. Dengan kebiasaannya leyeh-leyeh dulu pas bangun tidur, mandinya tertunda, jadi kita baru bisa jalan di atas jam 10 ato 11 siang.
Agenda hari ini adalah ke Ngarai Sianok pake motor. Sebenernya enakan hiking si, tapi ga mungkin ya kalo sambil bawa anak umur 3 tahun!? Lumayan jauh kita turun ke ngarai. Menikmati pemandangan yang indah di sana sambil menikmati angin sepoi-sepoi dan ga lupa foto-foto tentunya ;)

Dari Ngarai Sianok, kita menuju ke daerah yang namanya Panorama Baru. Sebenernya pemandangannya ngarai juga si. Tapi di Panorama Baru ini ada TPA dan Ayah penasaran aja mau liat TPA Bukittinggi yang sistemnya open dumping itu. Yup, sampahnya langsung dibuang begitu saja ke dalam ngarai yang artinya ga ada TPA dengan sistem sanitary landfill yang sebenarnya jauh lebih baik. Foto-foto lagi deh kita ;)
Sebenernya dari Panorama Baru, the next destination is Benteng Fort de Kock. Tapi dalam perjalanan, tiba-tiba Effan udah ketiduran diterpa angin sepoi-sepoi yang emang menenangkan. Gini deh enaknya kalo di Bukittinggi. Kemana-mana deket banget.

Jadi Effan dianterin pulang dulu sebentar, trus Ayah sama Bunda jalan lagi. Tapi sebelum ke Benteng, Ayah pengen makan sesuatu dulu (padahal udah makan siang, lho...). Jadi Bunda ajak aja ke Los Lambuang di Pasar Lereng untuk makan cindua langkok alias cendol lengkap.Tadinya Bunda mau ajak Ayah lewat Pasar Atas, tapi pas ngeliat Janjang 40, Bunda ajak aja Ayah lewat sana. Parkirin motor dan kita mulai menaiki tangga. Sebenernya total anak tangganya kurang lebih ada 100, tapi yang paling atas yang anak tangganya lebih kecil-kecil, ada 40 anak tangga. Karna itulah tangga ini disebut Janjang 40. Fyuh....cape juga ternyata apalagi udah lama banget ga lewat sini. Apalagi Ayah yang belum pernah ngelewatin tangga-tangga ini, makin ngos-ngosan aja. And later, Ayah makin senewen waktu tau kalo sebenernya ke Los Lambuang itu bisa ngelewatin Pasar Lereng yang lebih tidak menguras tenaga, hehe...
Sampe di Los Lambuang, ternyata ada penjual bakso sekarang. Dan Ayah yang ngos-ngosan dan kecapean, tanpa berpikir panjang, langsung ngajakin makan bakso dulu. Eh, ternyata yang jualan itu temen SMPnya Mami! Dan pas lagi makan, Ayah baru sadar kalo di sana ada yang jualan katupek kapau. Ah...Ayah! Dan setelah makan bakso, beli cendol deh. Nyam..nyam...enak! Manis-manis gimana gitu! Cuma 3000 rupiah saja! Hwaduh....kenyangnya! Alamat badan melar ni..

Setelah itu kita langsung ke benteng, duduk-duduk sambil memandang Bukittinggi dari atas, trus ngelewatin Jembatan Limpapeh, menuju kebun binatang. Di kebun binatang, ada museum kecil yang bentuknya rumah gadang dan isinya macem-macem banget. Ada contoh pakaian adat, kerajinan asal Sumbar, buku-buku, uang kertas dan coin kuno, juga berbagai macam hal-hal yang aneh seperti kerbau kepala dua dll. Masuknya lumayan murah ni, seribu rupiah saja. Sayangnya pas kita ke sana, sedang mati lampu, jadi agak gelap deh.

Setelah puas berkeliling, Opung pun nelpon, ngasi tau kalo Effan udah bangun dan mereka udah siap untuk nyusul kami. Dan mereka pun naik bendi alias delman ke benteng. Hoho...senangnya Effan bisa naik bendi. Waktu ketemu Bunda, Effan cerita dengan muka sumringahnya.

Sekarang saatnya makan di restoran favorit keluarga sejak jaman dulu. Yup, restoran Family Benteng. Favorit Bunda di restoran ini adalah ayam popnya. The best ayam pop ever deh! Dan Bunda juga mencoba mempengaruhi Effan untuk suka ayam pop dan suapin Effan makan pake ayam pop. Hmm...lumayan juga ni makannya Effan. Dan sekarang giliran Bunda untuk makan. Waduh....kenapa makanannya enak-enak semua si? Ada ayam pop, dendeng, gado-gado, dan makanan lainnya yang sangat menggoda iman. Dengan penuh perjuangan akhirnya berhasil juga ngabisin makanan-makanan ini, walaupun masih belum puas karna udah ga sanggup lagi mau pesen juice alpukat yang juga mak nyuuss banget di sini ;)

Dan wisata kuliner ga sampe di situ aja, tapi dilanjutkan! Effan pulang ama Gayek dan Opung pake motor, sementara Bunda ama Ayah naik angkot, turun dulu ke arah Kampung Cina. Dan waktu di Kampung Cina, Bunda tertarik waktu liat roti cane. Nyam...nyam...walaupun kekenyangan, tapi tetap menggoda untuk membeli. Wah....beneran gendut ni pulang ke Jakarta ;)





Sunday, August 2, 2009

Muaro Bodi

Sunday, 2nd of August 2009

Jadwal hari ini adalah ke kampung Gayek di Muaro Bodi. Tapi berhubung hari ini adalah hari Minggu, jadi harus diawali ama misa dulu ni. Hua....malesnya bangun pagi di daerah dingin begini. Airnya kaya es gitu dinginnya, pastinya harus air panas ni. Dan misanya jam 7 lagi. Jadi dingin plus masih ngantuk ni.

Pulang gereja langsung berangkat ke Muaro Bodi. Eh, ga langsung juga si. Nyempetin sarapan dulu dan lain-lain, jadi udah jam 10 lewat baru berangkat. Jarak dari Bukittinggi ke kampung Gayek ini sekitar 120 km, jadi biasanya bisa ditempuh dalam waktu 3 jam. Lama banget ya kayanya. Maklumlah, jalanannya kan ga kaya jalan ke Bandung yang jaraknya kurang lebih sama, tapi tol semua, jadi bisa lebih cepat. Trus rencananya kita mau mampir-mampir, jadi pasti bakal lebih lama lagi nyampenya.

Perjalanan ke kampung itu melewati Danau Singkarak. Pastinya kita mampir. Untuk liat pemandangannya, sekalian untuk foto-foto donk ;) Sempet dua kali mampir ni menikmati pemandangan danau. Emang bagus ni danaunya, walaupun lagi musim kemarau yang mengakibatkan air danau berkurang.

Trus dalam perjalanan ini, di jarak yang udah lumayan deket ke Muaro Bodi, ada warung makan yang jual soto. Soto Padang donk pastinya. Udah dari di Jakarta Bunda ngidam pengen makan soto ini. Tapi kata Gayek, mending mampirnya pas pulang aja, untuk makan siang di kampung aja.

Akhirnya sampe di kampung udah jam 1 (ato jam 2 ya?). Ketemu ama Nenek dan keluarga lainnya. Ada Gayek Edi dan keluarga, Gayek Renol dan keluarga, Nenek Ema, Tante Ari dan lainnya. Effan asyik ni main ama Om Rivan dan Om Forest. Awalnya si dia malu-malu, tapi lama-kelamaan, mau juga Effan main ama mereka. Aneh ya, Om koq ya seumuran ama Effan ;)

Oya, makan siang yang disajikan untuk makan siang, koq pedes-pedes ya? Sayang sekali...jadinya Bunda ga terlalu menikmati. Padahal ada jengkol yang dimasak dengan cara yang berbeda dan biasanya Bunda suka, tapi sayangnya dikasi sambel yang pedes banget, jadi Bunda ga bisa menikmati deh :(

Oya, Ayah nemu makanan baru ni. Emang nenek jagonya ni masak yang satu ini. Ketan yang dibungkus daun trus dikasi sarikaya. Kita namainnya si karucuik karna bungkusnya yang bentuknya karna kerucut. Hmpf...agak ga puas ni makan siangnya gara-gara kepedesan :(

Waktu di kampung, kita sempet juga ke ladang. Tapi sayangnya buah-buahan yang ada, duren, rambutan ama duku belum ada yang berbuah. Jadi cuma nongkrong-nongkrong di pondoknya aja deh, sambil foto-foto, hehe....

Trus pulang ke rumah lagi dan Effan main lagi sama om-omnya, jadi ga mau diajak pulang. Akhirnya sekitar jam setengah 6, kita pulang lagi ke Bukittinggi. Dalam perjalanan pulang, mampir dulu di soto padang di daerah yang nama Muaro Kalaban. Nyam....nyam....nyam...



Saturday, August 1, 2009

The trip is begin

Saturday, 1st of August 2009

Pesawat kita hari ini adalah Airasia yang berangkat jam 15.40. Jadi pagi ini masih ada waktu sebelum berangkat. Ada dua acara yang sebenernya harus dihadiri pagi ini. Acara pertama adalah pernikahan rekan kerja Ayah dan acara kedua adalah PTC alias Parents-Teachers Conference di sekolah Effan. Hmm....pilih yang mana ya? Akhirnya yang terpilih adalah PTC. Kayanya terlalu buru-buru mau ke acara pernikahan, mengingat lokasinya yang di Depok di Mesjid Kubah Emas. Mana kita ga pada hafal lagi ama jalannya! Tapi cuma Bunda aja ni yang pergi ke Kidea. Bunda bilang ke Ayah, biar Ayah beres-beres aja di rumah, apa aja yang perlu diberesin biar nanti tinggal berangkat.

Bunda ga sampe selese ni di Kideanya. Yang pasti hal-hal yang emang harus diketahui, terutama tentang peraturan di Kidea, Bunda udah ngerti. Soalnya Ayah tiba-tiba udah ngejemput, ngajak ke Hermina nemenin Mama yang mau ke dokter. Abis dari dokter, kita langsung ke KJI, mau nyari sesuatu yang bisa dioleh-olehin untuk Om Rivan, Om Forest, dan lainnya di kampung. Pulangnya udah mepet banget ni sampe di rumah. Bunda final checking bawaan trus bangunin Effan dan langsung berangkat. Udah buru-buru, ternyata jalanan macet pula! Bunda udah senewen aja ni, takut telat. Tapi ternyata kita cukup beruntung. Sebenernya, sampe di bandara, udah tinggal 5 menit waktu check in, tapi karna loket check in airasia antriannya berantakan, digabung antrian yang mau ke beberapa kota, jadinya masih banyak penumpang yang belum check in, termasuk kita. Akhirnya setelah check in, langsung bayar airport tax, naik dan tanpa harus nunggu di ruang tunggu, kita langsung naik ke pesawat dan terbang.

Huff....masih deg-degan karna Effan udah lama ga naik pesawat. Untuk saat-saat tertentu, naik pesawat kan ga menyenangkan. Bunda terus berdoa Effan bisa tetap nyaman naik pesawatnya. Soalnya Effan sempat beberapa kali ngomong kalo dia ga mau naik pesawat. Katanya si takut, tapi ga tau apa alasannya. Tapi setelah Bunda bujuk rayu, akhirnya mau juga si. Bunda si bilangnya Effan ga usah naik pesawat, tapi anterin Bunda aja ke pesawat. Eh, dibilangin gitu dia ngangguk aja dan nurut aja diajak naik pesawat. Untunglah di pesawat Effan ga rewel. Karna dikasi permen pas di pesawat, dia malah senang jadinya. Trus ngeliat awan juga senang. Begitu tau jendelanya bisa ditutup dan dibuka kembali, dia jadi asyik mainin jendela. Trus mainan meja untuk makan yang ada di pesawat juga. Intinya, Effan menikmati perjalanan naik pesawat ini. :)

Sampai di Bandara International Minangkabau sekitar jam 6 sore dan ternyata udah ada Gayek, Opung, dan Tama yang ngejemput. Langsung ke Bukittinggi deh, tapi pastinya mampir dulu untuk makan. Kita makannya di restoran (yang masakannya masakan Padang tentunya) yang namanya Aia Badarun. Enak juga ni makanannya. Hmm...dimulailah wisata kuliner di Sumatera Barat ;)



Sampai di Bukittinggi udah menjelang jam 10 malam. Brrr....dingin ya? Bunda aja kaget ama dinginnya. Apalagi Ayah dan Effan yang ga biasa tinggal di daerah dingin. Dan malam ini, mereka berdua pun jadi susah tidur karna kedinginan, padahal selimut udah berlapis-lapis. Hmprf....aya aya wae..

Oya, Ayah sama Bunda sempet-sempetnya ni keluar lagi tadi untuk menikmati malam mingguan di Jam Gadang. Ternyata sekarang rame juga pas malam minggu di Jam Gadang. Tapi dingin banget ya, Bunda sampe menggigil ni ;p