Friday, October 30, 2009

Halloween Costume Party at Kidea

Friday, 30th of October 2009

As scheduled by Kidea, today is Halloween celebration at Kidea. And as predicted, Effan only wear his costume for about 10 minutes. Kata Gayek, susah banget untuk membuat Effan mau tetap menggunakan kostumnya itu. Dia lebih memilih untuk menggunakan pakaiannya yang biasa aja. Akhirnya Gayek menyerah dan membiarkan Effan melepaskan kostumnya itu. Ya sudahlah, memang Bunda ga berharap banyak dia mau menggunakan kostumnya itu. Yang penting adalah dia udah datang ke sekolah dengan dresscode yang disarankan. Urusan dia ga betah, itu ga masalah, toh dia (dan juga Gayek, Bunda, dan Ayah) udah mencoba untuk menggunakan kostum itu. Ok, this is Effan's first ever Halloween costume party! :)






Thursday, October 29, 2009

Effan and Mbak Asyiah

Thursday, 29th of October 2009

Hari ini sudah memasuki hari ke-5 keberadaan Mbak Asyiah di rumah. As predicted, Effan belum bisa benar-benar akrab ama si mbak. Upaya pendekatan sudah dilakukan pastinya. Tapi memang karna Effan agak sulit untuk cepat dekat dengan orang baru dan juga dengan keberadaan Gayek di rumah, upaya pendekatan pastinya mengalami sedikit kendala. Apalagi ternyata Effan masih mengingat Mbak Asih. Beberapa kali Bunda tanyakan, Effan bahkan masih mengingat Mbak Asih dan masih berharap Mbak Asih untuk kembali lagi ke rumah.

Huff....memang buat kami, perubahan pengasuh ini tidak memberi efek yang signifikan, berbeda dengan efek untuk Effan. Dia yang benar-benar merasakan ada perubahan itu. Apalagi dia yang akan menghabiskan waktu sangat banyak dengan pengasuh barunya itu. Bisa dibilang hampir seharian kan nantinya Effan bersama pengasuhnya. Apalagi Effan jenisnya adalah yang lambat beradaptasi.

Tapi sebenarnya beberapa hari ini sudah ada perubahan yang cukup baik, udah ada adaptasi yang Bunda nilai lumayan untuk keduanya. Effan sudah mau menerima kalo pagi-pagi saat Effan bangun yang masuk ke kamar dan mengantarkan susu adalah Mbak Asyiah. Effan pun mau minum susu yang dibuatkan oleh Mbak Asyiah. Dan kalo di sekolah, sekarang Effan udah mau kalo keluar dari kelas, yang membawakan tasnya adalah Mbak Asyiah. Waktu hari-hari pertama, Effan selalu menolak dan marah-marah kalo Mbak Asyiah memegang tasnya. Dia maunya Gayek yang memegang tasnya. Yaaahh....pelan-pelan semoga lambat laun Effan bisa makin akrab dengan Mbak Asyiah. Amin..!! ;)

Wednesday, October 28, 2009

The hunting of Halloween costume

Wednesday, 28th of October 2009

Akhirnya hari ini dapat info tempat penyewaan kostum lain di daerah Cilandak. Setelah Bunda nelpon, ternyata tempat penyewaan ini masih punya stock pakaian dengan tema Halloween untuk anak laki-laki umur 3-4 tahun. Jadi sore ini, Bunda pun pulang cepat-cepat dan nyuruh Ayah juga cepet pulang biar bisa langsung ke Cilandak.

Nama tempat penyewaan kostum ini adalah Talita Sanggar Rias dan Penganten yang alamatnya di Jalan Taman Cilandak V-B4 Jakarta Selatan. No telponnya adalah 08161455188. Karna ga tau kawasan Cilandak, jadi waktu tau alamatnya Talita ini, Bunda langsung liat peta. Kalo diliat di peta si, untuk sampai di alamat ini gampang banget. Masuk tol JORR dan keluar seperti biasanya mau ke Citos, tapi instead of puter balik, ini justru lurus aja ke arah Jl. Kartini. Trus tepat di sebrang gereja St. Stefanus Cilandak, belok ke kiri udah Jalan Taman Cilandak Raya. By phone, Bunda udah dikasi tau juga kalo tarif sewa pakaian di sini adalah 60 ribu rupiah per kostum untuk peminjaman selama tiga hari.

Selama di perjalanan, Bunda harap-harap cemas, takut ga ada kostumnya. Kalo ini sampai terjadi, sebenernya Bunda udah ancer-ancer untuk langsung ke PIM, tepatnya ke toko yang namanya Familia yang katanya ada di sebrang Ace Hardware PIM yang konon menyediakan banyak pernak pernik dan juga pakaian dengan tema Halloween.

Ternyata memang ga sulit untuk menemukan alamat Talita ini. Waktu masuk ke rumah tersebut, wow...banyak banget kostumnya dengan beraneka tema, termasuk juga untuk acara wedding. Tapi sayangnya pakaian untuk anak kecil yang bertema halloween cuma tinggal dua. Yang satu berbentuk jubah penyihir berwarna hitam dan satu lagi kostum drakula tapi berwarna-warni, tapi jadi aneh, koq ya drakula warna-warni. Seperti biasa, Effan tidak kooperatif kalo diajak untuk memilih pakaian, jadi Ayah dan Bunda jatuhkan pilihan pada jubah penyihir saja. Sebenarnya kostum ini agak kegedean, jadi nanti pastinya Bunda harus sedikit ngoprek-ngoprek biar bisa lebih enak digunakan. Trus rencananya nanti ditambahin sapu aja, biar kaya Harry Potter punya sapu untuk terbang.

Sayangnya untuk pesta kostum ini, dari selebaran yang dibagikan sekolah, kostum yang disarankan benar-benar yang berhubungan ama Halloween. Coba aja ini adalah pesta kostum tanpa harus terpaku pada tema Halloween, akan lebih banyak pilihan pastinya.
Yaaahhh....sudahlah, yang penting udah dapat pakaian, walaupun tidak seperti yang diharapkan. Tinggal nunggu Bunda bisa agak oprek-oprek ni, biar bisa kelihatan lebih pantas.

Tuesday, October 27, 2009

Makan Sendiri

Tuesday, 27th of November 2009

Tadi malam, waktu jam makan malam, Ayah, Bunda, dan Gayek udah duduk bersama di meja makan untuk makan bersama-sama. Effan muncul dari kamar dan Bunda pun langsung mengajak Effan untuk ikut makan bersama. Biar Effan mau makan bersama di meja makan, Bunda ambilin nasi Effan dengan memakai jenis piring yang sama dengan piring yang kami gunakan, tidak menggunakan piringnya yang biasa. Maksudnya biar dia tidak merasa berbeda dengan yang lain. Dan maksudnya lagi biar Effan mau ikut makan bersama. And it works! Setelah mencuci tangannya, Effan pun ikut makan di meja makan dan dia makan sendiri dengan tangan (tidak menggunakan sendok). Tapi sayangnya, baru sekitar lima suapan besar, Effan tampak bosan dan mau masuk kamar. Ditemani Ayah di kamar, ternyata Effan minta Ayah main PS, sementara dia melanjutkan makan sendiri. Dan waktu Bunda masuk kamar untuk mengantarkan minum, persis nasinya udah habis. Wow...great, bisa mulai dilatih makan sendiri ni ;)

Dan hari ini Effan membawa bekal nasi goreng ke sekolah. Biasanya akhir-akhir ini Effan suka malas makan di sekolah. Bahkan makanannya sering tidak disentuh sama sekali. Mungkin juga hal ini disebabkan karna kalo di sekolah, anak-anak harus makan sendiri tanpa bantuan guru sama sekali, tidak seperti waktu masih playgroup. Tapi hari ini, amazingly, Effan menghabiskan bekalnya. Tapi Bunda ga tau ni, whether Effan makan sendiri tanpa dibantu atau dia justru ngabisin makanan karna dibantu ama teachernya. Waktu bubaran sekolah dan ketemu Gayek, Effan segera melaporkan hal ini ke Gayek dengan bangga. Uhuy...senangnya Effan udah mulai mencintai kegiatan makan. ;)

Monday, October 26, 2009

Road to Halloween Party

Monday, 26th of October 2009

It will be a Halloween Costume Party at Kidea on Friday. Since it is a costume party, then all the students are suggested to wear costumes related to Halloween. And I am confuse, what should Effan wear for this costume party. I really have no idea since I never celebrate Halloween before. Halloween never been part of the tradition that I know.

Then I asked Mr. Google, where can I get the costume. It gave me a list of places of costume rental in Jakarta. I got phone number of some places. Then I called about 5 places. But it gave me a bad news. Some of them has no costume for 3 years old boy. But others whose provide children costume, all the Halloween costumes are already rented by others. Then I found other place at Kemang Utara. It has children costume, but they said that they only sale them, it is not for rent. The prices is above 150 thousand rupiahs. Hrgh....is it worth if I just buy the costume? Effan will only wear it once. Beside, Kemang is too far.
Ugh... I really have no idea!!

Sunday, October 25, 2009

Mbak Asyiah

Sunday, 25th of October 2009

Siang ini ada acara pernikahan salah seorang teman kantor Bunda. Jadi kami bertiga menghadiri resepsi pernikahannya siang ini. Sebenarnya Effan menolak untuk ikut kondangan, tapi mau gimana lagi, siapa yang ngurusin kalo dia di rumah? :(

Setelah pulang kondangan, kita samper Mami dan Gayek di Pasar Minggu karna kebetulan mereka memang ada di sana setelah obrol-obrol dengan Opung Debbie dan Tante Inda. Dan Effan lagi-lagi mecahin barang di rumahnya Opung Debbie. Hrgh....Effan!! Koq ya ga bisa diam?? :(

Rencananya kami mau ke Cempaka Putih, sementara Mami dan Gayek mau ke Rawamangun untuk mengambil hasil jahitan kebaya Mami. Sedangkan kami ke Cempaka Putih untuk menjemput seseorang yang rencananya akan bekerja di rumah dan kemungkinan tugas utamanya adalah sebagai pengasuh Effan. Jadi ceritanya kemaren Ayah dapat sms dari pembantu bosnya Ayah yang ngasi tau kalo ada saudaranya dari Pekalongan yang mau bekerja di Jakarta ini. Ya udah, kita samber aja, semoga cocok dengan Effan.

Si mbak ini namanya Asyiah (Bunda ga tau gimana tulisannya, tapi dari pengucapannya sepertinya kaya gini nulisnya). Usianya 23 tahun, sudah pernah bekerja dari tahun 2001 sampai 2004. Berenti bekerja di tahun 2004 karna menikah. Sekarang dia sudah punya anak berusia 2 tahun yang diasuh oleh orang tuanya. Sementara suaminya pun tetap tinggal di kampungnya. Seperti biasa, kalo ngeliat orang baru yang bekerja di rumah, Effan langsung bereaksi negatif. Tapi semoga nantinya dengan pendekatan yang tepat, Effan akhirnya bisa akrab ama si mbak... ;)

Saturday, October 24, 2009

Taman Mini Indonesia Indah

Saturday, 24th of October 2009

Hari ini Ayah ditugaskan dari kantor untuk ke TMII. Jadi alumni Geografi UGM mengadakan acara yang mereka sebut dengan nama Syawalan di Anjungan DI Yogyakarta. Dan kantor Ayah diundang untuk mengisi salah satu stand di acara itu karna dianggap pekerjaan yang dilakukan oleh kantor Ayah berhubungan dengan ilmu mereka.
Acara ini dijadwalkan berlangsung dari pagi. Karna acara ini adalah ke TMII yang juga adalah tempat wisata, jadi Bunda dan Effan pun juga ikutan dengan maksud sekalian jalan-jalan.

Tapi ternyata hari ini panas banget ya? Tadinya rencananya Bunda, selagi Ayah di anjungan DIY, Bunda dan Effan jalan-jalan sendiri. Entah itu ke istana anak atau kemana pun yang tampak asyik deh. Tapi ternyata cuacanya panas banget dan bahkan Effan pun tampak males untuk mau keluar dari mobil. Akhirnya kami berdua menunggu Ayah sampai acara Ayah selesai jam 12an. Sambil menunggu, Bunda nyuapin Effan makan nasi dengan 5 tusuk sate. Hebat, Effan bisa ngabisin makanannya, ga tau laper apa emang doyan, hehe...

Waktu menunggu Ayah, berkali-kali kami melihat kereta gantung aneka warna yang lewat. Dan sepertinya Effan juga tertarik untuk mencoba. Akhirnya kita pun menuju stasiun tempat naik kereta gantung ini. Ternyata tiket per orangnya lumayan mahal ya? Dua puluh lima ribu rupiah per orang, dan untuk anak dengan tinggi badan lebih dari 85 cm sudah harus bayar. Waktu naik, Effan agak takut. Dia ga berani untuk berdiri di dalam kereta gantung itu. Tapi setelah Bunda rayu dan Bunda bantu, akhirnya dia mau juga mencoba berdiri dan melihat-lihat ke bawah. Overall, Effan terlihat agak takut naik kereta gantung ini, walaupun sebenarnya keliatan kalo dia juga cukup menikmati perjalanan berkeliling dengan kereta gantung ini.

Setelah naik kereta gantung, kita berkeliling TMII dengan mobil, sambil bingung mau kemana lagi. Pas lewat di depan Museum Sains, yang sepertinya menarik, kita pun ke sana. Dengan tiket seharga 15 ribu per orang untuk usia 3 tahun ke atas, kita pun memasuki museum ini. Banyak hal menarik sebenarnya di sini, namun untuk Effan hal-hal menarik ini belum bisa dinikmati karena Effan masih belum paham hal-hal tersebut. Saat mencoba alat-alat peraga, Effan hanya mencoba saja, tanpa mengerti apa yang terjadi dan kenapa hal itu terjadi. Tapi lumayan, jadi hal permulaan kecintaan pada sains. Karna udah sore, kami pun langsung pulang setelah dari museum ini.

Cukup menyenangkan berwisata ke TMII. Tapi, mahal juga ya? Secara untuk menikmati bagian-bagian dari TMII ini, banyak yang lagi-lagi harus bayar. Bisa dicoba lain kali ke TMII, tapi dengan waktu yang lebih lama.

Friday, October 23, 2009

Yeah...

Friday, 23rd of October 2009

Udah dua hari ni merasakan kehadiran Mbak Ipoy di rumah. Kehadirannya amat sangat membantu kami tentunya. Kerjanya rajin, jadi semua beres deh! Tapi tetap aja ada satu hal yang agak kurang sempurna. Ternyata Mbak Ipoy mengalami sedikit gangguan pendengaran, jadi kalo mau berbicara harus setengah berteriak. Dan kadang kala saat kita merasa sudah cukup keras dalam berbicara, ternyata si mbak masih belum mendengar dengan jelas, dan akhirnya pembicaraan malah jadi salah sambung. Jadinya juga, dia ga bisa menggunakan telepon. Jadinya juga, dia ga bisa disuruh-suruh untuk pergi berbelanja ke warung ataupun pergi berbelanja bahan-bahan untuk dimasak. Hahaha....ga usah diambil pusing deh hal seperti ini, anggap aja sebagai cerita menarik dari seorang makhluk Tuhan ;)

Yeah...emang ga penting apa yang menjadi kekurangan Mbak Ipoy ini, yang lebih penting adalah dia bisa membantu kita semua dalam pekerjaan rumah tangga. Tapi ini sebenernya juga berarti bahwa kita harus kembali mencari satu orang lagi untuk membantu mengurus Effan karna dipastikan Mbak Ipoy tidak bisa untuk menghandle masalah ini. Masa Gayek mau selamanya di Jakarta, ya kan? Huff....semoga kita cepat mendapatkan pengganti Mbak Asih ;)

Thursday, October 22, 2009

Imigrasi

Thursday, 22nd of October 2009

Beberapa hari yang lalu Ayah mengurus pembuatan paspor ke kantor imigrasi. Dan berhubung Ayah ngurus paspor, Bunda dan Effan pun ikut-ikutan ngurus padahal mau dipakenya juga ga tau kapan ;)

Anyway, hari ini Bunda dan Effan disuruh foto untuk paspor di kantor imigrasi yang ada di Mampang. Karna dijadwalkannya jam 10, jadi otomatis Effan ga sekolah ni hari ini. Dan Bunda pun harus datang terlambat ke kantor.

Waktu menuju ke kantor imigrasi ini, macetnya parah banget! Padahal udah jam 10 ni, koq ya jalanan masih rame aja. Ga pada kerja apa orang-orang? Dan ternyata keberadaan kantor imigrasi ini pun punya andil yang cukup besar dalam menciptakan kemacetan. Jadi kantor pelayanan publik yang satu ini tidak memiliki sarana parkir yang memadai, padahal pengunjung kantor ini sangat banyak dan banyak pula yang menggunakan kendaraan sendiri. Apa mereka lupa ya, waktu pembangunan gedung ini untuk melakukan proses amdal dulu? Kantor pemerintah koq ya gini ya?
Anyway, setelah mengantri sekitar setengah jam, akhirnya giliran kami untuk difoto.

Yang pertama difoto adalah Bunda. Sementara Bunda difoto dan sibuk menjawab pertanyaan dari petugas foto, Effan pun sibuk memperhatikan apa saja yang dilakukan oleh si bapak petugas foto. Setelah itu giliran Effan yang difoto. Sebelumnya Effan sempat agak menolak untuk difoto. Namun akhirnya mau juga, tapi cuma mau senyum dengan satu jari di masing-masing pipi (sambil nyebut cheese pastinya). Tapi kan foto untuk paspor ga boleh begitu, jadi Effan bete, dan yang muncul malah foto manyunnya. Ya sudahlah, daripada ga ada fotonya. Bunda yakin, nanti kalo udah besar Effan ngeliat foto ini, pasti dia bakal ketawa sendiri. ;)

Setelah dari kantor imigrasi, Bunda diantar ke kantor, sementara Effan dan Gayek pulang. Waktu Bunda pulang di malam hari, Gayek cerita kalo Effan mempraktekkan apa yang dia liat di kantor imigrasi tadi ke Gayek. Effan berakting sebagai petugas fotonya, sedangkan Gayek sebagai yang akan difoto. Trus pake pencet-pencet segala, persis si petugas yang dia liat tadi. Ga lupa untuk tekan-tekan di alat untuk sidik jari. Hahaha....my son is really an observer ;)

Wednesday, October 21, 2009

Pembantu baru (lagi)

Wednesday, 21st of October 2009

Pagi ini Bunda dianterin ama Gayek dan Effan ke kantor. Kenapa dianterin? Karna Gayek sekalian mau ambil pembantu baru untuk di rumah. Jadi Bunda dapetin si mbak ini dari salah satu ibu-ibu yang kerja di kantor Bunda. Untuk memudahkan, daripada kita harus jemput ke rumah si ibu di daerah Jakarta Barat yang juga ga kita kenal, jadi lebih baik ketemu di kantor aja. Lumayan kan kalo datangnya pagi, si mbak bisa sekalian diajarin mulai kerja di rumah hari ini, walaupun diajarinnya ama Gayek dulu.

Mbak ini bernama Mbak Ipoy, umurnya 33 tahun, udah punya anak, sementara suaminya kerja di Kalimantan dan hanya pulang sekali setaun. Dia berasal dari Pelabuhan Ratu, jadi orang Sunda juga ni. Kesan pertama si, si mbak ini orangnya polos banget. Dan semoga emang begitu dan semoga dia bisa betah bekerja di rumah kita.

Waktu sampe di rumah, si mbak langsung bersih-bersih rumah. Wah...rajin juga! Trus daripada ditinggalin di rumah sendiri, jadi Gayek ngajak si mbak untuk ikut ke sekolah Effan. Bunda juga berharap si mbak bisa akrab ama Effan. Yang paling susah adalah Effan ni. Umur segini kayanya udah susah untuk Effan berganti-ganti pengasuh. Jadi kalo ada yang bisa, siapapun, bagus banget!

Huff...repotnya kalo udah ketergantungan pembantu. Emang sangat dibutuhkan si.... Jadi sekali lagi Bunda berharap, semoga Mbak Ipoy bisa betah bekerja di rumah, dan semoga Effan pun bisa akrab sama si Mbak. ;)