Monday, October 25, 2010

Tidur Bareng

Monday, 25th of October 2010

Bunda kira, tinggal berjauhan dengan Effan bakal membuat blog ini jadi super sepi. Soalnya ini kan jurnal, yang Bunda pengen jadi sarana belajar menulis dan menjadikan keluarga, terutama Effan jadi topik utamanya. Tapi ternyata ada aja yang bisa dijadiin cerita.

Ini adalah hari ketiga Bunda nemenin Effan tidur. Yup, thanks for the technology that help us to do this. Dengan menggunakan video call dari skype, masing-masing kita meletakkan laptop di sisi badan saat akan tidur dan si laptop dibiarkan nyala sepanjang malam.

Malam pertama, kebetulan malam minggu, Effan jadi tidur sangat larut gara-gara ngobrol lama ama Bunda. Bahkan akhirnya Ayah udah ketiduran, Effan masih aja ngobrol ama Bunda. Dan akhirnya setelah sekitar jam 2 pagi di sana, Effan pun ngantuk dan mulai teler, kemudian tertidur.

Malam kedua, setelah lama ngobrol, juga ngobrol bersama Ayah, udah saatnya Effan untuk tidur. Saat sepertinya Effan mengantuk, dia sempat bilang ke Ayah, untuk kembali menelpon Bunda jika koneksi putus. Yaaahhh...dengan kalimatnya sendiri deh. Hmm....ternyata dia merasa nyaman karna Bunda temani untuk tidur walaupun dengan cara seperti ini.

Huaaaa....you cannot imagine how I felt. I was really really happy knowing that my son still feel comfortable with me, although we use this way. Although several times, a conversation like this happened:
Effan: Emangnya Bunda sayang sama aku?
Bunda: I always love you, honey!
Effan: Kalo Bunda sayang ama aku, Bunda bobo di rumah aku aja...
Bunda: (miris)

Malam ketiga, Bunda kembali berniat menemani Effan. Tapi ga tau apa karna tidur siang kelamaan atau dia lagi gelisah kenapa, Effan ga juga bisa tidur padahal udah jam 12 lewat. Akhirnya dimatiin deh laptopnya. Jangan-jangan susah tidur karna ada laptop yang nyala juga.

Huff....seperti kata Ayah, Effan anaknya suka bosenan, tapi Bunda berharap dia ga pernah bosen menggunakan skype ini. Semoga dia ga bosen ngeliat Bundanya di laptop melulu dan ga pulang-pulang. Ameeeeeennnn.....



PS: I just couldn't stop my tears while writing this story. I feel so happy, but in the other side, I also feel sad that I couldn't accompany my son as usual. Still questioning myself whether it's the right decision or not :(

No comments: